Sekda Kota Baubau Pimpin Rapat Persiapan FKMA VI Polima

BETOAMBARI, MPI_Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Asean merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menggali dan mengembangkan potensi daerah, terutama budaya lokal dan warisan leluhur.

Hal ini bertujuan agar dapat mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal daerah (lokal genius), adat istiadat dan kebudayaan yang diwariskan oleh leluhur sebagai bangsa yang beragam dan majemuk sehingga terpelihara rasa persatuan dan persaudaraan dalam NKRI.

Demikian penjelasan Sekretaris Daerah kota Baubau, Dr. Roni Muhtar, M.Pd, yang didampingi Sekretaris Jendral (Sekjen) Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara (FSKN) YM, Raden H. Rasich Hanif, dan Bendahara Umum YM, Evi Oktavia, dalam rapat panitia pelaksanaan FKMA VI polima, Rabu (06/11), di aula kantor Wali Kota Baubau.

Lebih lanjut Roni menyampaikan FKMA VI polima akan dihadiri oleh kesultanan dan raja-raja nusantara serta beberapa Negara Asia Tenggara dan Asia, seperti Singapura, Brunai Darusalam, Thailand, Malaysia , Filipina dan Korea Selatan.

Selain itu , Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dan seluruh Bupati dan Wali Kota lingkup pemerintah provinsi Sultra juga akan hadir dalam acara FKMA VI Polima kali ini.

Oleh karena itu, Roni menghimbau semua panitia agar benar-benar dipersiapkan dengan sebaik-baiknya agar para tamu dapat terlayani dengan maksimal.

Tak hanya itu, kepada masyarakat yang bergerak di bidang jasa baik itu hotel, rumah makan atau warung, ojek, taksi dan bidang usaha jasa lainnya, Roni menegaskan agar tidak menaikkan harga atau tarif yang terlampau tinggi.

“Para pengusaha maupun pekerja dibidang jasa saya tegaskan agar tidak menaikkan harga atau tarif yang terlampau tinggi. Sehingga Kota Baubau dan warganya mendapat kesan positif dari tamu yang hadir, dan diharapkan mereka akan datang kembali lagi untuk menikmati keindahan Kota Baubau dengan keramahan warganya,” tandasnya.

Festival Keraton Masyarakat Adat Asean VI Polima akan digelar di Kota Baubau, 18-22 November 2019 mendatang.(dewi)

Editor: dewi

Bagikan :