oleh

Menyambut Implementasi UU Cipta Kerja untuk Menjawab Tantangan Dunia Usaha

Pengesahan UU Cipta Kerja mendapat penafsiran yang berbeda dari berbagai kalangan masyarakat. Selain mendapat dukungan publik, berkembanganya disinformasi juga menjadi salah satu bahwa UU Cipta Kerja dianggap merugikan kalangan masyarakat. Oleh karena itu, Bina Desa Sentra Ekonomi Bisnis (BIDASEB) menyelenggarakan sosialisasi pentingnya UU Cipta Kerja bagi kepentingan masyarakat melalui talk show bertema “Menyambut Implementasi Omnibus Law Cipta Kerja Sebagai Jawaban Permasalahan Dalam Dunia Usaha.”

Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Henra Saragih, SH., MH. (Plt. Asisten Deputi Perundang-undangan pada Kementerian Koperasi dan UKM RI), Syamsul Hilal, ST., M.Si. (Akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI) dan Tenaga Ahli Fraksi PPP DPR RI), dan Dr. Suparji Ahmad, SH., MH. (Ketua Bidang Hukum/Ketua Tim Omnibus Law MN KAHMI).

Baca Juga : AYU TINGTING KENA SOROTAN MUI (ARTIS6.COM)

Baca Juga : VIRAL JENAZAH (MAYAT) DI ANGKUT OJEK (BANGGAI.MEDIAPATRIOT.CO.ID)

“UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja merupakan suatu terobosan hukum karena dengan teknik Omnibus Law, lebih dari 70 Undang-Undang dan lebih dari 1.200 pasal bisa direvisi sekaligus hanya dengan satu UU Cipta Kerja yang mengatur multisektor,” ujar Henra Saragih.

Syamsul Hilal juga sependapat bahwa UU Cipta Kerja dinilai dapat mengatasi permasalahan di dunia usaha. Selain mendorong masuknya investasi, UU Cipta Kerja juga mengatur terkait jaminan kredit program yang tidak harus berupa aset melainkan kegiatan usaha UKM dapat dijadikan jaminan kredit. Hal ini merupakan salah satu jawaban bagi permasalahan pada UKM yang umumnya memiliki keterbatasan aset sementara pengajuan kredit perlu jaminan.

“UU Cipta Kerja juga mendorong upaya peningkatan ekosistem investasi per sektor, yaitu pada sektor kelautan perikanan, ESDM, pendidikan, pertanian, kawasan hutan, penyiaran, perumahan, dan pertanahan,” kata Hilal.

Hal ini juga dipertegas oleh Suparji Ahmad bahwa dalam perspektif dunia usaha, UU Cipta Kerja akan menaikkan peringkat kemudahan berusaha di Indonesia yang saat ini di peringkat 75 diharapkan menjadi peringkat 20 dunia, dan hal itu memang akan mempengaruhi cara pandang pihak luar kepada Indonesia.

“UU Cipta Kerja adalah bagian dari sarana social enginering dan social control masyarakat agar dunia usaha lebih baik,” pungkasnya.

Hubungi Redaksi / Bagian Iklan di Whatsapp Center 08999208174

Baca Juga : SEEKOR HARIMAU SERANG DOKTER HEWAN DI TAPSEL (MEDIAPATRIOT.CO.ID)

Baca Juga : KODIM 0504 /JAKARTA SELATAN BERSAMA HIPMI GELAR BAKTI SOSIAL DAN VAKSINASI (BERITAMPI.COM)

Sejarah Berdirinya Media Online Nasional www.mediapatriot.co.id

Media Online Nasional www.mediapatriot.co.id didirikan oleh Hamdanil Asykar pada tanggal 27 Maret 2012 di Kota Bekasi Jl. Ir. H. Juanda No.220G Bulak Kapal Bekasi Timur dan Berbadan Hukum PT. GABUSELA (PT. GALIBUMI SEKAR LANGIT).

Namun dengan adanya peraturan baru dari Dewan PERS harus berbadan Hukum PT dibidang khusus Media maka dibuatlah PT baru dengan nama PT. MEDIA PATRIOT INTERNASIONAL dengan alamat yang sama.

Hamdanil Asykar selaku pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Media Online Nasional www.mediapatriot.co.id sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di PWI Bandung Jawa Barat dengan Tingkat Muda dan segera mengikuti jenjang berikutnya yaitu Madya dan Utama sebagai syarat mutlak Pemimpin Redaksi Media Online harus sudah mengikuti UKW sampai tingkat utama.

Nilai DA 57 dan PA 36 media online nasional www.mediapatriot.co.id otomatis mempunyai harga iklan / backlink yang tinggi yaitu Rp.5.000.000,- (NEGO) / Tayang.

Di ulang tahunnya yang ke 10 mulai tahun 2022 media online nasional www.mediapatriot.co.id memberikan apresiasi kepada para pengusaha UMKM mendapatkan diskon iklan / backlink mulai dari 10% sampai 90% sehingga bisa memberikan Brand kepada semua UMKM bisa dikenal keseluruh Indonesia bahkan ke mancanegara. (REDAKSI)



UCAPAN SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1443 H / 2022 M DARI BERBAGAI INSTANSI PEMERINTAH / SWASTA :


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.