oleh

Paparan Publik Expose PT. Express Transindo Utama Tbk November 2020

Jakarta – MPI, 30 November 2020 –  PT. Express Transindo Utama. Tbk (Kode Saham : TAXI) menggelar Publik Expose di Fave Hotel, Jl. Zainuddin Arifin, Jakarta. Pada hari Senin, tanggal 30 November 2020 sesuai protokol Kesehatan 3 M dengan dihadiri 30 peserta yang terdiri Pemegang Saham dan Rekan Media Online. Penyampaian paparan kinerja Express Transindo Utama dihadiri sebagai pembicara yaitu :

1. Johannes B.E. Triatmojo (Direktur Utama)
2. Jannes Philipus Chuang (Direktur)

PT Express Transindo Utama Tbk (“TAXI” atau “Perseroan”) mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp19,41 miliar hingga periode 30 Juni 2020 dibandingkan dengan pendapatan Rp134 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

“Sepanjang semester I 2020, beban pokok pendapatan turun menjadi Rp69,69 miliar dibandingkan dengan Rp160,42 miliar dan rugi bruto turun menjadi Rp50,18 miliar dibandingkan dengan rugi bruto Rp83,24 miliar,” kata Johannes B.E. Triatmojo, Direktur Utama PT Express Transindo Utama Tbk saat Public Expose di Jakarta. Senin (30/11)

Selanjutnya juga disampaikan, Rugi usaha turun menjadi Rp56,99 miliar dibandingkan dengan rugi usaha Rp102,13 miliar tahun sebelumnya dan rugi sebelum pajak turun menjadi Rp49,18 miliar dibandingkan dengan rugi sebelum pajak Rp100,05 miliar tahun sebelumnya.

Begitu juga, ujar Johannes, Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp43,45 miliar dibandingkan dengan rugi Rp115,78 miliar tahun sebelumnya.

Asal tahu saja, lanjut Johannes, Total aset perseroan mencapai Rp361,63 miliar hingga periode 30 Juni 2020 turun dibandingkan dengan total aset Rp479,26 miliar hingga periode 31 Desember 2019.

“Dan yang pasti, sepanjang tahun 2020, perseroan akan melakukan efisiensi biaya yang intens, pengurangan Shelter yang tidak produktif serta pengurangan jumlah Sumber Daya Manusia (SDM),” pungkasnya.

Kondisi Ekonomi dan Industri Tahun 2019 dan 2020

– Perlambatan perekonomian global yang terutama dipengaruhi oleh perang dagang dan dinamika geopolitik yang terus memanas

– Aktifitas Politik di dalam negeri meningkat menielang Pemilu yang menyebabkan risiko ketidakpastian dalam dunia bisnis secara umum

– Permenhub No. 118 tahun 2018 yang berlaku efektif seiak Mei 2019 perihal kesetaraan tarif taksi online dengan taksi konvensional

– Dampak Pandemi Covid-l9 seiak Maret 2020 yang dirasakan secara nasional terutama bagi industri transportasi

Keiadian Kejadian Penting

* Konversi Obligasi l Express Transindo Utama Tahun 2014 sebesar Rp1 triliun:

– Rp400 miliar menjadi Equity melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMTHMETD”); dan

– Rp600 miliar menjadi Obligasi Konversi Express Transindo Utama Tahun 2019 (“OK”), tanpa bunga, dan jatuh tempo pada 31 Desember 2020

* Penurunan utang Obligasi Konversi Express Transindo Utama Tahun 2019 sebesar Rp133.897.890.044 dari hasil amortisasi pokok obligasi secara triwulanan selama enam periode (Mei 2019 September 2020) melalui penjualan aset tetap. (Irwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed