Sosialisasi Keamanan Obat dan Makanan Bareng BPOM, Sinergitas Wenny Haryanto dengan Karang Taruna Kota Bekasi Makin Erat

Kota Bekasi, MPN
Anggota Komisi IX DPR RI Dra Hj Wenny Haryanto, SH kembali menggelar sosialisasi bertajuk Komunikasi Informasi dan Edukasi tentang keamanan obat, obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan dan pangan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Senin (3/4). Sosialisasi yang digelae di Gedung PGRI, Bekasi Selatan, ini kembali dihadiri 300 peserta dari kalangan pengurus Karang Taruna se-Kota Bekasi.

Kehadiran jajaran Karang Taruna Kota Bekasi dalam sosialisasi ini makin memperkuat sinergitas dengan Wenny Haryanto melalui program kemitraan Komisi IX DPR RI yang memberikan manfaat bagi pengurus dan kader Karang Taruna yang notabene merupakan kalangan generasi penerus bangsa. Hal ini disampaikan Wenny Haryanto saat memaparkan sambutannya dalam sosialisasi tersebut.

Menurut Wenny Haryanto, banyak program kemitraan Komisi IX DPR RI yang bisa diserap kalangan masyarakat, termasuk jajaran Karang Taruna. “Banyak program penerintah yang bisa diserap masyarakat, begitu juga dengan program-program yang dimiliki mitra kerja Komisi IX DPR RI, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, BPOM, BPJS, dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia,” papar Wenny yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV meliputi wilayah Kota Depok dan Kota Bekasi.

“Karena itu saya selaku anggota Komisi IX DPR RI bersama seluruh mitra kerja akan terus mensosialisasikan program-program kerja yang digulirkan pemerintah agar diketahui masyarakat. Dengan demikian seluruh program ini dapat terserap dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara maksimal,” ulas Wenny.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Ayi Mahpud S, S.Si, Apt, MH selaku Fungsional Pengawas Farmasi dan Makanan Balai Besar POM di Bandung. Sementara itu, nampak hadir Ketua Kadin Indonesia Kota Bekasi Huda Sulistio, Wakil Sekretaris Karang Taruna Kota Bekasi Hendra Aris Cristianto bersama seluruh pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan yang ada di wilayah Kota Bekasi.

Sementara itu melalui pemaparannya, Ayi Mahpud memberikan pemahaman tentang cara memilih obat yang berkualitas dan layak dikonsumsi masyarakat. Dia juga mengungkapkan metode Cek KLIK yang bisa dilakukan masyarakat untuk memilih obat dan makanan yang sesuai rekomendasi BPOM.

“Melalui metode Cek KLIK ini masyarakat bisa melihat kemasan, label, ijin edar, dan kadaluarsa dari sebuah produk obat dan makanan. Selain itu masyarakat juga harus memperhatikan soal aturan pakai dan efek sampingnya sebelum mengkonsumsi obat atau obat tradisional,” ungkap Ayi.

Lebih lanjut Ayi memberikan pemahaman kepada peserta sosialisasi terkait logo obat yang beredar. “Untuk Obat Bebas ada tanda lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam, sementara untuk Obat Bebas Teebatas ada tanda lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam disertai dengan peringatan, kemudian untuk Obat Keras ada tanda lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam dan huruf K menyentuh tepi lingkaran, sedangkan untuk Obat Narkotika ada tanda palang berwarna merah dengan lingkaran berwarna merah,” paparnya.

Dengan pemahaman yang dimiliki masyarakat, Ayi berharap masyarakat semakin cerdas dalam memilih obat atau obat tradisional yang sudah mendapat rekomendasi BPOM. “Tentunya kami juga berharap sosialisasi ini dapat dilanjutkan kembali kepada masyarakat luas sehingga manfaat adanya sosialisasi ini menjadi lebih maksimal,” pungkasnya. (Mul)



Siapakah Calon Walikota Bekasi 2024? Polling Diselenggarakan Oleh mediapatriot.co.id

View Results

Loading ... Loading ...


Baca Juga Berita Terbaru Hari Ini Seputar Politik, Pendidikan, Ekonomi, Bisnis, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan, Luar Negeri dan Dalam Negeri



Promosi Produk Harga Murah dengan Diskon Besar Hanya di Media kami Hubungi Bagian Promosi & Iklan mediapatriot.co.id KLIK DISINI


SIAPAKAH CALEG DPR-RI / DPRD KABUPATEN / KOTA SE INDONESIA YANG TAMPIL HARI INI ?

Posting Terkait

Jangan Lewatkan