Kab Bandung, MPN.
Berbagai cara dilakukan satgas Citarum sektor 7 dalam menanggulangi sampah di bantaran sungai, mereka memilah sampah di lahan yang akan ditanami bibit pohon.
Sampah plastik, kain serta streofom mendominasi, sampah itu berasal dari lumpur atau endapan sungai Citarum yang dikeruk menggunakan alat berat.
Panas menyengat serta debu yang berasal dari tanah bantaran menjadi hal yang biasa dihadapi satgas sektor 8, hal itu dilakukan agar penanggulangan sampah serta program pengembalian ekosistem di sungai Citarum bisa tercapai.
Dansektor 8 Kolonel Arm Hari Wibowo melalui Bamin sektor Peltu Aseng mengatakan, pemilahan sampah ini dilakukan sebelum musim penghujan yang nantinya akan ditanami bibit pohon.

” akar bibit pohon akan terganggu apabila tanahnya masih bercampur dengan sampah plastik dan kain, dikhawatirkan pertumbuhannya tidak akan baik,” ujar Peltu Aseng saat bersama anggota satgas dan relawan mengangkat sampah ke atas dump truk untuk di musnahkan, Selasa (10/10).
Dansektor 8 lanjut Bamin Sektor, bibit yang sedang di persiapkan di demplot sub 4 ketika ditanam tidak terkendala dalam pertumbuhannya, jadi tanah bantaran harus minim dengan sampah.
Ditambahkan Dansub 03 Serka Toto Karta bahwa, lumpur yang diangkat dari sungai masih penuh dengan sampah.
” sampah yang dipilah dari bantaran cukup banyak, hari ini Kamis bisa angkat sampahnya sekitar 10 karung, dan itu akan terus dilakukan secara rutin di bantaran yang akan ditanami bibit pohon agar kedepannya menjadi hijau,” ucapnya.
Tampak di bantaran sungai Citarum Desa Gajahmekar, anggota dan relawan bahu membahu memilah sampah dan memasukan ke dalam karung, selanjutnya diangkut menggunakan dumptruk.
Rie.

