Kota Bekasi, MPN
Ada senyum sumringah di wajah anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Golkar Dra Hj Wenny Haryanto, SH saat mengunjungi masyarakat Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Jumat (10/11). Kunjungannya ini bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ini dalam rangka sosialisasi keamanan obat dan makanan yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan masyarakat.
Sosialisasi ini juga dihadiri narasumber dari Balai Besar POM (BBPOM) di Bandung yakni Dwie Astrini, S.Si., Apt., M.Si selaku Ketua Tim Pengujian Pangan0 BBPOM di Bandung. Selain itu terlihat hadir Ketua Kadin Indonesia Kota Bekasi Huda Sulistio dan sejumlah tokoh masyarakat Bekasi Utara.
Sebelum menyampaikan pemaparannya, Wenny Haryanto langsung menyapa seluruh pesrrta yang hadir. “Saya hadir disini seperti bertemu dengan keluarga sendiri, makanya saya merasa senang saat berada di Bekasi Utara ini,” ungkapnya.
Wenny lalu menyampaikan pesannya kepada masyarakat yang hadir agar mencermati semua pemaparan yamg disampaikan pihak BPOM. “Semoga sosialisasi ini memberikan manfaat positif untuk masyarakat,” ujarnya.
Wenny menegaskan Pengawasan Obat dan Makanan merupakan hal strategis yang mempunyai dampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, ia berharap upaya sosialisasi ini mampu melindungi masyarakat dsri obat-obatan atau bahan makanan yang beresiko terhadap kesehatan.
“Pangan merupakan unsur yang penting bagi ketahanan suatu bangsa. Dengan pangan yang aman dan bermutu, akan menjadikan masyarakat terutama generasi penerus bangsa menjadi generasi yang kuat, sehat dan cerdas,” papar Wenny.
Dalam kesempatan yang sama, Dwie Astrini menjelaskan berbagai upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk memilih obat dan makanan yang berkualitas. “Sebelum membeli obat dan bahan makanan, kita bisa memakai metode Cek KLIK, yakni cek kemasannya apakah masih rapih atau sudah rusak, cek labelnya untuk mengetahui komposisi dan aturan pakainya, cek ijin edarnya apakah sudah ada ijin edar dari BPOM atau belum, dan cek kedaluarsanya sehingga kita mendapatkan obat dan makanan yang layak untuk kesehatan kita,” paparnya.
Dwie lalu mengubgkapkan inovasi yang dilakukan BPOM untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait obat dan makanan melalui aplikasi BPOM Mobile. “BPOM Mobile ini sebuah apllikasi yang bisa digunakan masyarakat untuk mengecek legalitas obat dan makanan. Juga bisa menjadi wadah masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduan atau keluhan terkait produk obat dan pangan,” katanya.
Mengakhiri pemaparannya, Dwie berharap asanya sosialiaasi ini bisa diserap masyarakat secara positif untuk melindungi diri masyarakat dan keluarganya dari dampak obat dan makanan berbahaya. “Dengan lebih bijak mengkonsumsi obat dan makanan, kita akan terhindar dsri dampak negatif obat-obatan dan makanan berbahaya,” pungkasnya. (Mul)
