Pajak Minerba Terus Dikemplang, Oknum Bapenda dan Pengusaha Galian C ‘Selingkuh’?

Judul Halaman
%%footer%%

SUMEDANG, MEDIAPATRIOT.CO.ID – Dianggap pendapatan dari pajak Mineral bukan logam (Minerba) tidak sesuai dengan potensi seharusnya, Bapenda Sumedang trus mendapat sorotan tajam. Institusi yang dinahkodai Rohana, S.Sos., M.Si tersebut dituding tak mampu mendongkrak pajak dari sektor ini.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Betapa tidak, target pajak yang dipatok Bapenda hanya Rp. 2 miliar per tahun. Padahal, menurut beberapa sumber yang mengaku telah lama bekerja di galian C, potensinya bisa jauh melebihi target yang saat ini dipatok Bapenda.

“Saya kira, jika profesional dan jeli melihat fakta lapangan, target pajak Rp. 2 miliar per tahun terlalu sedikit,” tandas sumber.

Lebih jauh, sumber mengaku heran dengan metode Bapenda dalam hal penentuan target pajak Minerba. Ia merasa, selama ini kinerja yang dilakukan Bapenda kesannya asal-asalan.

“Saya rasa, mereka (Bapenda) sangat paham dengan fakta lapangan berikut potensinya. Makanya jadi aneh jika hanya mematok pajak Rp. 2 miliar per tahun. Ini patut dikawal dan dipertanyakan lebih serius,” tandasnya.

Sumber menduga, rendahnya target pajak Minerba akibat adanya ‘main mata’ antara pengusaha dengan oknum Bapenda. Dalam hal ini, oknum Bapenda seolah-olah tidak paham dan tidak menguasai kondisi lapangan, sehingga memancing celah atau peluang bagi pengusaha galian C mengeksploitasi kekayaan tambang tanpa peduli hitung-hitungannya.

“Ini bukan mustahil terjadi. Sebab, jika Bapenda bisa mengoptimalkan SDM-nya untuk mengawasi setiap aktivitas di lapangan dan tegas pada bentuk pelanggaran sekecil apapun, saya rasa pajak Minerba bisa jauh lebih tinggi,” terangnya.

Sebagai tambahan, menurut informasi yang masuk, potensi raihan pajak Minerba Pemda Sumedang sebenarnya bisa mencapai Rp. 7 hinga 8 miliar pertahun. Jumlah ini belum termasuk galian – galian C ilegal.

Jadi, kebocoran pajak akibat kelalaian, dan lemahnya pengawasan pihak Bapenda mencapai Rp. 5 Miliar per tahun. Parahnya, kebocoran ini telah berlangsung beberapa tahun lamanya.

Kendati begitu, Bapenda tampak tak mau disalahkan. Setidaknya, mereka langsung bergerak cepat ‘menutup’ media dan Ormas yang mengutak-atik masalah pajak Minerba ini.
Ada apa dengan Bapenda? Sangat patut dicurigai.

.red/tim


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan