Jakarta, 1 Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week (WBW) atau Pekan Menyusui Dunia 2025, Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati Indonesia (URINDO) menggelar webinar nasional bertajuk “Utamakan Menyusui: Membangun Sistem Dukungan Berkelanjutan”. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran platform pelaporan pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI (PASI).
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan YouTube Live, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat hibah Dikti 2025. Webinar diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang, termasuk tenaga kesehatan, mahasiswa, aktivis ibu menyusui, serta masyarakat umum yang peduli terhadap isu menyusui.
💡 Fokus pada Perlindungan ASI dan Advokasi Menyusui
Ketua Panitia, Kusmayra Ambarwati, M.Kes, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih banyak celah pelanggaran pemasaran produk pengganti ASI di masyarakat. Hal ini terjadi karena Indonesia belum mengadopsi sepenuhnya Kode Internasional tersebut—baru berlaku pada produk usia 0–6 bulan. Akibatnya, iklan dan promosi produk PASI masih bebas beredar di media sosial, marketplace, hingga swalayan.
“Sebanyak 55% peserta kami bahkan belum pernah mengetahui adanya Kode ini. Maka penting sekali mengedukasi masyarakat dan tenaga kesehatan tentang perlindungan terhadap praktik menyusui,” ujarnya.
🚀 Launching Platform Pelaporan Pelanggaran Kode
Dalam webinar ini, URINDO juga memperkenalkan platform digital untuk melaporkan pelanggaran Kode PASI. Platform ini dirancang untuk menjadi alat advokasi publik dalam menindaklanjuti pelanggaran pemasaran produk pengganti ASI. Data yang masuk akan digunakan sebagai bahan advokasi kepada pemangku kebijakan, termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Dengan adanya platform ini, masyarakat bisa lebih berdaya untuk menjaga keberhasilan proses menyusui, sekaligus mengawal implementasi perlindungan menyusui di lapangan,” jelas Kusmayra.
👩⚕️ Pembicara Berkompeten dalam Isu Menyusui
Webinar ini menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka, seperti:
Dr. Irma Hidayana, MPH (Associate Professor, Hofstra University USA; Founder LaporCovid dan PelanggaranKode)
Nia Umar, MKM, IBCLC (Ketua Umum AIMI – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia)
Lianita Prawindarti (Sekretaris Jenderal AIMI)
Kusmayra Ambarwati, M.Kes (Dosen Kebidanan URINDO, ICM Professionals Committee SEA Region)
Dalam paparannya, Dr. Irma Hidayana menekankan pentingnya pemahaman tenaga kesehatan tentang Kode Internasional PASI dan regulasi perlindungan menyusui di Indonesia.
Nia Umar dan Lianita turut menyoroti maraknya pelanggaran pemasaran, termasuk iklan di media sosial dan produk promosi di retail modern, yang berdampak pada menurunnya angka keberhasilan menyusui.
🤝 Komitmen URINDO dan Kolaborasi Berkelanjutan
Acara ini dibuka oleh Rektor URINDO, Prof. Dr. Cicilia Windiyaningsih, SMIP, SKM, M.Kes, dan disambut oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan URINDO (diwakili oleh Dr. Atik Kridawati, M.Kes) serta Kepala Bagian Penelitian, Yeni Ariestanti, M.Kes.
Program pengabdian ini merupakan bagian dari Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi Tahun 2025, dan akan berjalan hingga akhir tahun. Tim pengabdi terdiri dari:
Kusmayra Ambarwati, M.Kes (Ketua)
Dr. Ns. Tika Marliana, M.Kep. Sp.Kep.J
Suharyanto, M.Kom
🌐 Tentang Platform Pelaporan Kode
Platform ini tidak hanya menjadi inovasi digital, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan memfasilitasi pelaporan pelanggaran pemasaran produk pengganti ASI, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif, serta melibatkan stakeholder dalam perbaikan kebijakan.
📌 Kontak Informasi
Kusmayra Ambarwati
Dosen Kebidanan URINDO
📞 0813-4746-4309
✉️ mayra@urindo.ac.id
📸 Dokumentasi kegiatan dapat dilihat melalui platform URINDO dan kanal media sosial resmi Fakultas Ilmu Kesehatan URINDO.