Jan Maringka menyampaikan pandangan strategisnya terkait pelantikan pengurus baru Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) atau K3. Menurutnya, kehadiran KKK tidak boleh sekadar acara seremoni organisasi, tetapi harus mampu menjadi kekuatan riil yang bersinergi dengan pemerintah daerah dan pusat dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Minahasa dan Sulawesi Utara.
“Kehadiran pengurus baru dengan kemampuan dan sarana yang ada padanya kiranya dapat membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, guna mendorong pembangunan kualitas SDM dan pengembangan potensi lokal, tokoh tokoh Minahasa seperti Simon Mantiri, Tony Wenas, dan tokoh lain yg dipercaya Presiden Prabowo duduk dalam Pemerintahan, tentu kita ingin Minahasa dan Sulut secara umum makin maju dan diperhitungkan dalam program pembangunan nasional,” ungkap Jan Maringka.
Ia menegaskan bahwa momen pelantikan pengurus KKK ini adalah momentum strategis yang harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Tanpa sinergi, menurutnya, potensi besar yang dimiliki warga Minahasa akan sulit memberikan dampak berarti secara nasional.
“Ini momen yang tepat dan harus dapat dimanfaatkan secara baik. Tanpa sinergi, potensi besar ini menjadi tidak berarti. Jaga Minahasa, untuk Indonesia Emas” lanjut Jan dengan penuh optimis.
Jan Maringka juga menyoroti pentingnya peran organisasi paguyuban seperti KKK dalam memperkuat identitas kultural, mempererat persaudaraan antarmasyarakat Minahasa di perantauan, serta mendorong kontribusi aktif menjaga budaya bangsa dalam pembangunan nasional, musik bambu dan Kolintang sebagai contoh yang kini telah mendapatkan pengakuan UNESCO
Ke depan, ia berharap KKK juga bisa menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat Minahasa di berbagai daerah dengan para pengambil kebijakan, baik di level provinsi maupun nasional. Dengan begitu, suara dan aspirasi Tou Minahasa bisa berperan aktif dalam arah pembangunan bangsa.(Tommy K/Hamdanil)
