Jakarta, 25 Agustus 2025 — Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR), KH Lutfi Hakim, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan membangun Rumah Sakit Royal Batavia Cakung. Menurutnya, keberadaan rumah sakit bertaraf internasional tersebut tidak hanya sebatas fasilitas kesehatan, tetapi juga membawa makna simbolis yang dalam bagi perkembangan kawasan Jakarta Timur.
“Cakung punya sejarah panjang, dari masa kolonial sampai era industri modern. Dulu orang Jakarta Timur menyebut kawasan tengah sebagai udik karena pusat pemerintahan ada di Jatinegara. Sekarang justru Jakarta Timur yang menjadi pusat pembangunan baru. Kehadiran Royal Batavia ini bukan sekadar rumah sakit, tapi simbol kebangkitan peradaban di tanah timur,” ujar KH Lutfi Hakim, Senin (25/8).
FBR dan Peranannya dalam Pembangunan Jakarta
Forum Betawi Rempug (FBR) merupakan salah satu ormas terbesar di Jakarta yang konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat Betawi. Di bawah kepemimpinan KH Lutfi Hakim, FBR berupaya menjaga nilai-nilai budaya Betawi, melestarikan tradisi, sekaligus ikut serta dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.
Menurut KH Lutfi Hakim, pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung sejalan dengan visi FBR untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta, khususnya masyarakat Jakarta Timur yang selama ini masih membutuhkan fasilitas kesehatan modern dan berstandar internasional.
“Selama ini, banyak warga timur Jakarta yang harus jauh-jauh ke pusat kota hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik. Kehadiran Royal Batavia akan mengubah peta pelayanan kesehatan. Orang Cakung, Pulogadung, bahkan Bekasi, tidak perlu lagi pergi jauh. Semua akan tersedia di sini,” tambahnya.
Royal Batavia: Rumah Sakit Berstandar Internasional
Rencana pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung disambut hangat oleh berbagai pihak. Rumah sakit ini disebut-sebut akan menghadirkan layanan kesehatan dengan standar internasional, mulai dari fasilitas IGD modern, pusat bedah terpadu, layanan kesehatan jantung, hingga fasilitas rawat inap VIP dan VVIP.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, KH Lutfi Hakim menilai Royal Batavia akan menjadi wajah baru Jakarta Timur yang menunjukkan bahwa kawasan timur kini sejajar dengan pusat kota maupun Jakarta Selatan yang lebih dahulu berkembang.
“Kalau dulu pusat bisnis dan layanan kesehatan kelas atas banyak terpusat di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, kini Jakarta Timur punya kebanggaan sendiri. Royal Batavia ini bukan hanya proyek kesehatan, tapi juga bagian dari kebangkitan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat timur,” jelasnya.
Cakung: Dari Wilayah Industri ke Simbol Peradaban Baru
Cakung dikenal sebagai kawasan industri besar sejak era 1980-an. Pabrik-pabrik berdiri, tenaga kerja dari berbagai daerah datang, dan Jakarta Timur menjelma sebagai pusat aktivitas ekonomi. Namun, perkembangan fasilitas kesehatan di kawasan ini tidak selalu seimbang dengan pertumbuhan ekonomi.
KH Lutfi Hakim menegaskan, kehadiran Rumah Sakit Royal Batavia Cakung akan melengkapi perjalanan sejarah Cakung. Dari wilayah agraris pada masa kolonial, menjadi kawasan industri di era modern, hingga kini bertransformasi sebagai pusat peradaban baru dengan hadirnya fasilitas kesehatan internasional.
“Cakung dulu dikenal dengan pabrik dan kawasan industri. Tapi sebentar lagi, orang akan mengenalnya sebagai pusat layanan kesehatan internasional. Ini transformasi besar yang harus kita syukuri,” ujarnya.
Dukungan FBR: Dari Budaya ke Kesehatan
FBR selama ini dikenal dengan kiprahnya menjaga budaya Betawi. Namun, KH Lutfi Hakim menegaskan bahwa peran ormas tidak hanya berhenti pada pelestarian budaya, melainkan juga harus aktif mendukung pembangunan yang membawa kesejahteraan masyarakat.
“Betawi itu bukan hanya soal lenong, ondel-ondel, atau kuliner. Betawi juga harus hadir dalam setiap aspek pembangunan, termasuk kesehatan. Itulah kenapa FBR menyambut baik Royal Batavia. Kita ingin masyarakat Betawi, khususnya di Jakarta Timur, bisa merasakan langsung manfaatnya,” jelasnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar pembangunan rumah sakit ini tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat kecil harus tetap menjadi prioritas utama.
“Fasilitas boleh mewah, standar boleh internasional, tapi jangan lupakan wong cilik. Royal Batavia harus tetap berpihak kepada masyarakat menengah bawah yang membutuhkan pelayanan kesehatan terjangkau,” tegasnya.
Simbol Kebangkitan Jakarta Timur
Bagi KH Lutfi Hakim, pembangunan Royal Batavia tidak lepas dari narasi besar kebangkitan Jakarta Timur. Ia melihat kawasan timur kini menjadi ikon baru pembangunan Jakarta setelah sekian lama lebih dikenal sebagai kawasan industri dan permukiman padat.
“Kalau kita bicara sejarah, dulu pusat kota ada di Jatinegara. Sekarang, Jakarta Timur tidak lagi disebut udik. Justru dengan adanya Royal Batavia, Jakarta Timur akan dikenal sebagai pusat peradaban baru. Ini kebanggaan bagi kita semua,” kata KH Lutfi Hakim.
Harapan untuk Generasi Muda Betawi
KH Lutfi Hakim juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Betawi. Menurutnya, pembangunan Royal Batavia harus menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Betawi untuk ikut terlibat dalam dunia kesehatan, baik sebagai tenaga medis, manajer rumah sakit, maupun wirausahawan di bidang kesehatan.
“Kita ingin anak-anak Betawi jangan hanya jadi penonton. Mereka harus bisa kuliah di fakultas kedokteran, jadi dokter, perawat, bahkan pemimpin rumah sakit. Kehadiran Royal Batavia harus menjadi pintu masuk bagi generasi muda Betawi untuk meraih masa depan lebih baik,” ungkapnya.
Respons Masyarakat Jakarta Timur
Berbagai kalangan masyarakat Jakarta Timur menyambut antusias pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung. Sejumlah warga menilai rumah sakit internasional ini akan sangat membantu mereka dalam mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas tanpa harus keluar daerah.
“Saya tinggal di Penggilingan, biasanya kalau ada keluarga sakit harus dibawa ke RS besar di Jakarta Pusat atau Bekasi. Kalau nanti Royal Batavia sudah jadi, tentu lebih dekat dan cepat,” kata Rudi, warga Cakung.
Hal senada juga disampaikan Siti, warga Pulogebang. Ia berharap Royal Batavia juga bisa menerima pasien BPJS dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat kecil. “Kalau bisa jangan mahal-mahal, soalnya banyak warga di sini kelas menengah bawah. Semoga Royal Batavia bisa terjangkau,” ujarnya.
Penutup
Pembangunan Rumah Sakit Royal Batavia Cakung bukan hanya sekadar proyek kesehatan, melainkan juga momentum penting bagi kebangkitan Jakarta Timur. Dukungan KH Lutfi Hakim dan FBR menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus disertai dengan penguatan identitas budaya serta keberpihakan pada masyarakat kecil.
Dengan hadirnya rumah sakit berstandar internasional di Cakung, wajah Jakarta Timur akan berubah. Bukan lagi hanya dikenal sebagai kawasan industri, melainkan juga sebagai pusat kesehatan, ekonomi, dan budaya baru yang membanggakan.
Sebagaimana ditegaskan KH Lutfi Hakim, Royal Batavia adalah simbol kebangkitan peradaban di tanah timur Jakarta, sekaligus tonggak sejarah baru bagi masyarakat Betawi dan seluruh warga ibu kota.(H. Inung)
Komentar