Jakarta, MediaPatriot.co.id – 25 Agustus 2025 — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Maluku, Mercy Christy Barends, S.T., menghadiri Dialog Publik bertema “Hak Komunal dan Hak Ulayat dalam RUU Masyarakat Adat” yang digelar di Habitate Jakarta, Jalan Setiabudi Utara No. 5, Jakarta Selatan, Senin (25/8).
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Prof. Dr. Rr. Catharina Dewi Wulansari, Ph.D., S.H., M.H., S.E., M.M., I Nyoman Parta, S.H. selaku Ketua Kelompok Fraksi PDIP di Badan Legislasi DPR RI, serta Dr. (Cand.) Eko Cahyono, M.Si. dari IPB University yang bertindak sebagai moderator. Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk membahas urgensi pengakuan hak komunal atas tanah, wilayah, dan sumber daya alam yang menjadi bagian penting dalam identitas masyarakat adat.
Dalam kesempatan itu, Mercy Christy Barends menegaskan bahwa RUU Masyarakat Adat merupakan bentuk komitmen negara untuk menghormati dan melindungi hak-hak komunal serta hak ulayat masyarakat adat.
“Sebagai bangsa, kita tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa masyarakat adat memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelestarian tanah, hutan, dan budaya. RUU ini harus lahir dengan semangat partisipatif dan benar-benar berpihak pada komunitas adat yang selama ini terpinggirkan,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Maluku yang dikenal kaya dengan tradisi adat, Mercy juga menekankan pentingnya pengesahan RUU tersebut agar tidak hanya berhenti pada norma hukum, tetapi benar-benar menjadi instrumen perlindungan yang nyata bagi masyarakat adat.
Dialog publik ini menjadi momentum penting untuk mendorong percepatan pembahasan RUU Masyarakat Adat di DPR RI. Selain itu, forum ini memperkuat sinergi antara negara dan masyarakat adat dalam menjaga kedaulatan ekologis serta melestarikan warisan budaya nusantara.
Melalui kader-kadernya di parlemen, termasuk Mercy Christy Barends, PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk berada di garda depan memperjuangkan keadilan ekologis, kedaulatan masyarakat adat, serta pelestarian budaya bangsa.
Red Irwan
Komentar