CAKUNG TIMUR, JAKARTA — Suasana pagi di Jalan Rukun, RT 016/01, Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur, Jumat (29/8/2025) terasa berbeda. Warga berduyun-duyun keluar rumah, bukan untuk acara seremonial biasa, melainkan mengikuti sebuah gerakan penting yang menyangkut kesehatan bersama: Giat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader Jumantik, pengurus lingkungan, hingga perwakilan masyarakat. Tujuan utamanya jelas, yakni memastikan wilayah Cakung Timur bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan langkah nyata berupa pemberantasan jentik nyamuk.
Kehadiran Para Tokoh dan Stakeholder
Giat PSN kali ini tidak sekadar rutinitas, tetapi sebuah momentum yang melibatkan banyak pihak. Turut hadir:
- Lurah Cakung Timur, Rachman Setiana, SE
- Kepala Puskesmas Cakung Timur, dr. Apriemy Simanjuntak
- PKK Cakung Timur
- Pengurus RW 01 Cakung Timur
- Para Ketua RT 001 s/d RT 016/01
- Para Kader Jumantik RW 001 s/d RW 014
- Satpol PP Cakung Timur
- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Cakung Timur
Kehadiran para tokoh tersebut menandakan bahwa pemberantasan sarang nyamuk adalah agenda serius yang melibatkan lintas sektor. Tidak hanya urusan kesehatan, PSN juga menyangkut ketertiban, keamanan, hingga kesadaran kolektif warga.
Fokus Utama: Pemberantasan Jentik Nyamuk
Dalam arahannya, Lurah Cakung Timur Rachman Setiana, SE menekankan pentingnya pemberantasan jentik di wilayah masing-masing RT dan RW. Ia mengingatkan bahwa setiap kasus DBD yang muncul harus segera ditangani dengan langkah Penyelidikan Epidemiologi (PE) paling lambat 24 jam.
“Gerakan PSN bukan sekadar simbolis. Ini tanggung jawab kita semua. Kalau ada jentik di rumah, maka ada potensi nyamuk berkembang biak. Kalau ada kasus DBD, maka harus cepat dilakukan PE agar tidak menyebar. Jangan sampai terlambat,” tegasnya.
Peran Kepala Puskesmas: Deteksi Dini dan Tindakan Cepat
dr. Apriemy Simanjuntak, selaku Kepala Puskesmas Cakung Timur, menjelaskan bahwa DBD masih menjadi ancaman serius di Jakarta. Dengan iklim tropis, ditambah curah hujan tinggi, lingkungan rumah menjadi tempat ideal berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.
“Kami terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup, dan Mendaur Ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, ditambah langkah-langkah lain seperti menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa, dan menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Puskesmas berkomitmen mendukung kegiatan PSN dengan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang aktif turun langsung ke rumah-rumah warga, memantau, dan melaporkan hasilnya.
Kolaborasi PKK dan Kader Jumantik
Tidak kalah penting adalah peran PKK Cakung Timur bersama kader Jumantik. Mereka menjadi garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan warga.
Setiap minggu, kader Jumantik melakukan pemeriksaan jentik di rumah-rumah warga. Mereka mencatat rumah mana yang positif jentik, lalu memberikan edukasi kepada pemilik rumah. Data ini kemudian dilaporkan ke Puskesmas dan menjadi dasar pengambilan tindakan lebih lanjut.
“Warga jangan merasa terganggu saat Jumantik datang. Mereka justru membantu kita agar rumah tetap sehat dan bebas nyamuk,” jelas salah satu kader Jumantik.
Satpol PP dan FKDM: Menjaga Ketertiban dan Antisipasi
Selain urusan kesehatan, kegiatan PSN juga mendapat dukungan dari Satpol PP Cakung Timur dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM). Peran keduanya adalah memastikan acara berjalan lancar, tertib, dan aman.
FKDM sendiri menegaskan pentingnya antisipasi dini terhadap potensi ancaman kesehatan. Sebab, wabah DBD tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): 119 Miliar
Dalam kesempatan yang sama, Lurah Cakung Timur juga mengingatkan mengenai target PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) sebesar Rp 119 miliar untuk wilayah Cakung Timur. Meski bukan bagian langsung dari giat PSN, pesan ini menegaskan bahwa pemerintah kelurahan menjalankan perannya secara menyeluruh: menjaga kesehatan sekaligus memastikan pembangunan berjalan dengan dukungan finansial dari pajak.
Situasi Kondusif, Warga Antusias
Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung kondusif dan penuh semangat gotong royong. Warga tampak antusias mengikuti arahan kader Jumantik, membersihkan selokan, menutup tempat penampungan air, dan membuang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Bagi masyarakat Cakung Timur, kegiatan PSN bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari gaya hidup sehat bersama.
Makna Penting Giat PSN
- Kesehatan sebagai prioritas bersama
Dengan PSN rutin, masyarakat lebih sadar bahwa kesehatan adalah tanggung jawab kolektif. - Gotong royong nyata
Acara ini menunjukkan bagaimana pemerintah, tenaga medis, aparat keamanan, dan warga bisa bekerja sama untuk tujuan yang sama. - Pendidikan masyarakat
Melalui kader Jumantik, warga mendapat edukasi langsung tentang pencegahan DBD. - Membangun kesadaran jangka panjang
PSN bukan kegiatan sesaat. Ia harus menjadi kebiasaan harian agar lingkungan benar-benar sehat.
Penutup: Dari Cakung Timur untuk Jakarta Sehat
Kegiatan PSN Tingkat Kelurahan Cakung Timur di RT 016/01 adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antarwarga, pemerintah, dan kader kesehatan mampu melahirkan gerakan bersama demi mencegah wabah DBD.
Dengan dukungan penuh dari Lurah, Puskesmas, PKK, RT/RW, Satpol PP, FKDM, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Cakung Timur bisa menjadi wilayah percontohan dalam menjaga kesehatan lingkungan di Jakarta Timur.
“Situasi kondusif, warga antusias, dan semoga hasilnya adalah lingkungan bebas jentik, bebas nyamuk, dan bebas DBD,” demikian laporan resmi FKDM Cakung Timur.(H. Inung)
Komentar