Bali, 28 Agustus 2025 — Nama Isradi Zainal (IZ) kembali menjadi pusat perhatian di dunia keinsinyuran, mutu, dan keselamatan kerja internasional. Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) itu tampil sebagai salah satu pembicara dalam 2nd Annual OSH (Occupational Safety and Health) Asia’s Summit 2025 yang berlangsung di Hotel Milenium Bali, 27–28 Agustus 2025.
Forum bergengsi yang mempertemukan pakar, praktisi, akademisi, regulator, dan pelaku industri dari berbagai negara Asia ini mengangkat tema besar: “OSH Maturity Commitment: Safety Investment, Sustainable Productivity.” Dalam forum tersebut, Isradi menyampaikan strategi transformasi K3 menuju sistem yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan selaras dengan perkembangan global.
Visi Baru: K3 Bertransformasi Menjadi K4 dan SM2K4
Dalam paparannya, Dr. Ir.Isradi Zainal, ST, MT, SH, MH, MM,DESS(MBA), MKKK, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa paradigma K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kini tidak cukup lagi untuk menjawab tantangan zaman. Ia memperkenalkan gagasan baru berupa SM2K4 atau Sistem Manajemen Mutu, Keselamatan, Kesehatan, Keamanan, dan Keberlanjutan.
Menurutnya, dua aspek tambahan—keamanan (security) dan keberlanjutan (sustainability)—akan menjadi faktor kunci dalam dunia industri dan pembangunan.
“Kita harus memperluas cakupan K3 menjadi K4, bahkan SM2K4. Karena di masa depan, kita tidak hanya bicara keselamatan kerja, tetapi juga bicara mutu, keamanan, dan keberlanjutan lingkungan. Apalagi dalam era ESG (Environment, Safety, and Governance), perusahaan dan lembaga wajib memperhatikan keberlangsungan ekosistem kerja yang lebih luas,” jelas IZ.
Pernyataan ini disambut positif oleh para peserta dari dalam dan luar negeri, karena selaras dengan tren internasional di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L).
Usulan KNK3: K3 Harus Menjadi Prioritas Nasional
Selain menyampaikan pentingnya pembaruan konsep, Isradi juga menyoroti kelembagaan K3 di Indonesia. Menurutnya, Dewan K3 Nasional (DK3N) yang saat ini berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan RI perlu ditingkatkan statusnya menjadi Komisi Nasional K3 (KNK3) yang langsung berada di bawah Presiden.
Dengan begitu, koordinasi lintas sektor bisa berjalan lebih efektif tanpa terhambat ego sektoral.
“Kalau lembaga K3 langsung berada di bawah Presiden, maka semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah bisa lebih solid. Tidak ada lagi ego sektoral, karena K3 menyangkut keselamatan bangsa dan produktivitas nasional,” ujar IZ yang juga menjabat Ketua Umum P2K3N (Perkumpulan Profesi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional).
Usulan ini mendapat banyak dukungan dari praktisi dan akademisi yang hadir. Mereka menilai gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk memperkuat regulasi K3 sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Profil Singkat Isradi Zainal: Insinyur Profesional Utama dan Akademisi
Nama Isradi Zainal dikenal luas sebagai figur dengan kompetensi akademik dan praktis yang jarang dimiliki oleh tokoh lain.
Latar Belakang Pendidikan
Sarjana dan Magister Teknik lulusan Universitas Hasanuddin (Unhas).
Insinyur Profesional lulusan PPI Unhas, ITS, dan UGM.
Magister Manajemen dan Magister K3 (MKKK) lulusan Universitas Indonesia (UI).
MBA (DESS) dari Université Paris Dauphine – UPMF, Prancis.
Doktor bidang Mutu dari Universitas Mulawarman (Unmul).
Dengan latar belakang akademik lintas disiplin, IZ mampu menggabungkan perspektif teknik, manajemen, mutu, hingga keselamatan kerja dalam satu kerangka pemikiran yang holistik.
Pengalaman Internasional: Belajar dari Dunia untuk Indonesia
Selain pendidikan formal, IZ memperkaya wawasannya lewat berbagai pelatihan internasional, antara lain:
Total Quality Management (TQM) ENST 2 – Yokohama, Jepang.
International Safety Management – Stockholm dan Gothenburg, Swedia.
Advance International & Maritime Safety Management – Shanghai, China.
Offshore Vessel Inspector – Perth, Australia.
Maritime Quality and Safety Engineer – Mumbai, India.
Coating Inspector – Bangkok, Thailand.
Cathodic Protection Inspector – Kuala Lumpur, Malaysia.
Dengan bekal ini, IZ bukan hanya akademisi, melainkan juga praktisi yang memahami dinamika keselamatan kerja di berbagai sektor, mulai dari maritim, energi, migas, hingga industri konstruksi.
Peran Strategis di Uniba, PII, dan Forum Rektor
Sebagai Rektor Universitas Balikpapan (Uniba), Isradi Zainal aktif mendorong inovasi riset di bidang mutu dan K3. Ia percaya bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak untuk melahirkan insinyur-insinyur muda yang tidak hanya berkompeten secara teknis, tetapi juga peduli pada aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan.
Selain itu, sebagai Sekjen Forum Rektor PII, IZ berperan memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi teknik di Indonesia. Melalui forum ini, ia menekankan pentingnya riset bersama, pengembangan kurikulum, serta sertifikasi profesi insinyur yang diakui di tingkat ASEAN.
Tantangan K3 di Era ESG: Menjawab Kebutuhan Global
Menurut IZ, tantangan penerapan K3 saat ini jauh lebih kompleks dibanding masa lalu. Jika dulu K3 hanya dipandang sebatas perlindungan pekerja di tempat kerja, kini cakupannya meluas ke aspek lingkungan, tata kelola perusahaan, hingga produktivitas berkelanjutan.
Konsep ESG (Environment, Safety, and Governance) mendorong perusahaan untuk menjadikan K3 sebagai bagian dari strategi korporasi, bukan sekadar kewajiban hukum.
“Perusahaan yang serius dengan K3 bukan hanya melindungi pekerjanya, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang sehat. Investor global kini hanya mau masuk ke perusahaan yang peduli pada K3 dan keberlanjutan,” papar IZ.
Strategi Peningkatan Mutu dan Layanan K3
Dalam forum OSH Asia’s Summit 2025, IZ merinci beberapa strategi untuk meningkatkan mutu dan layanan K3 di Indonesia:
- Integrasi Sistem Manajemen
Menggabungkan mutu, keselamatan, kesehatan, keamanan, dan keberlanjutan ke dalam satu kerangka manajemen terpadu (SM2K4). - Peningkatan Kompetensi SDM
Mendorong sertifikasi profesi K3 dan insinyur agar memiliki standar yang diakui internasional. - Sinergi Lintas Lembaga
Mengurangi ego sektoral dengan membangun koordinasi antara kementerian, lembaga, industri, dan perguruan tinggi. - Penguatan Regulasi
Mengusulkan pembentukan Komisi Nasional K3 (KNK3) di bawah Presiden agar K3 mendapat prioritas nasional. - Riset dan Inovasi
Mengembangkan teknologi K3 yang relevan dengan era digital, termasuk penggunaan IoT, AI, dan big data untuk monitoring keselamatan kerja.
Dampak bagi Indonesia dan Asia
Pernyataan dan strategi Isradi Zainal di forum OSH Asia’s Summit 2025 dinilai penting bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga Asia. Banyak negara berkembang menghadapi persoalan serupa: kurangnya koordinasi, rendahnya budaya keselamatan kerja, dan lemahnya penegakan regulasi.
Dengan gagasan SM2K4 dan usulan KNK3, Isrdi Zainal memberi inspirasi bahwa K3 harus ditempatkan sebagai prioritas nasional, setara dengan isu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Penutup: Sosok Visioner yang Terus Berkarya
Nama Isradi Zainal kini melekat sebagai akademisi, praktisi, sekaligus pemimpin yang memiliki visi jauh ke depan dalam bidang mutu dan keselamatan kerja. Dengan pengalaman internasional, kiprah nasional, serta peran strategis di PII dan Uniba, IZ terus mendorong transformasi K3 di Indonesia menuju standar global.
Melalui gagasan SM2K4 dan usulan KNK3, ia ingin memastikan bahwa K3 tidak hanya menjadi kewajiban formal, tetapi benar-benar menjadi budaya kerja yang menyelamatkan nyawa, meningkatkan produktivitas, dan mendukung keberlanjutan pembangunan bangsa.(Tommy K/Hamdanil)
Komentar