Oleh: Rachel Grace Gitauli
Oleh: Rachel Grace Gitauli
Diabetes merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Penyakit ini kini tidak hanya menyerang orang lanjut usia, tetapi juga anak-anak hingga remaja. Kondisi tersebut menjadikan diabetes sebagai ancaman kesehatan serius di Indonesia.
Secara umum, terdapat tiga jenis utama diabetes melitus:
Beberapa gejala yang umum dialami penderita diabetes antara lain sering merasa haus atau lapar, buang air kecil terutama pada malam hari, penurunan berat badan, cepat merasa lelah, serta luka yang sulit sembuh.
Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi diabetes meningkat dari 5,7 persen pada 2007 menjadi 6,9 persen pada 2013. Saat ini diperkirakan ada 12 juta penduduk Indonesia yang menderita diabetes.
Kondisi tersebut erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat Indonesia yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, minuman kemasan dengan kadar gula mencapai 30 gram (setara sembilan sendok teh gula), serta kurang bergerak. Rata-rata orang Indonesia hanya berjalan kaki sekitar 3.513 langkah per hari.
Di perkotaan, pola hidup serba cepat semakin meningkatkan risiko. Sebagai contoh, kasus diabetes pada remaja usia 15–18 tahun di Surabaya menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2021, terdapat 176 kasus atau 2,2 persen. Setahun kemudian, jumlahnya naik menjadi 184 kasus atau 2,3 persen.
Diabetes di usia muda dapat mengganggu pendidikan karena anak atau remaja penderita berisiko sering absen sekolah bahkan berhenti belajar. Kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta rendahnya konsumsi sayur dan buah menjadi faktor utama. Lingkungan keluarga juga berperan, terutama ketika orangtua kurang memperhatikan pola makan anak.
Selain itu, gaya hidup kurang sehat seperti malas beraktivitas, jarang keluar rumah, atau terlalu lama bermain gawai memperburuk kondisi. Situasi ini menegaskan bahwa diabetes bukan hanya masalah medis, tetapi juga persoalan sosial.
Kesadaran menjadi kunci utama pencegahan diabetes. Upaya yang dapat dilakukan antara lain memperbaiki pola makan, mengurangi minuman kemasan, memperbanyak konsumsi buah dengan kadar gula sehat, rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki, tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Langkah-langkah sederhana ini penting agar generasi muda terhindar dari risiko diabetes sejak dini.