SUBANG — Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menegaskan optimisme terhadap capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Subang pada tahun 2025. Hingga triwulan ketiga tahun berjalan, realisasi PAD masih berada di angka 66,15 persen dari target Rp950 miliar. Kendati demikian, ia meyakini target tersebut akan dapat tercapai pada akhir tahun, bahkan berpeluang melampaui sebagaimana terjadi pada 2024.
Pernyataan itu disampaikan Kang Rey, sapaan akrabnya, usai menghadiri agenda di halaman Kantor DPRD Kabupaten Subang, Kamis (25/9). Menurutnya, sejumlah sumber PAD yang potensial masih dalam tahap negosiasi dan baru akan memberikan kontribusi signifikan di paruh akhir tahun.
“Insya Allah kalau sesuai, saya optimis dapat tercapai. Banyak sumber PAD besar masih dalam proses, dan biasanya baru bisa dipungut menjelang akhir tahun,” kata Kang Rey.
Kalkulasi Matang
Ia menegaskan, penetapan target PAD tidak dilakukan secara serampangan. Pemerintah Kabupaten Subang, lanjutnya, telah melakukan perhitungan komprehensif sebelum menetapkan angka Rp950 miliar sebagai target tahun ini. Perhitungan itu mencakup analisis potensi sumber pendapatan, tren ekonomi, serta langkah-langkah strategis yang mesti ditempuh oleh perangkat daerah.
“Saya tidak mungkin mematok target kalau tidak masuk logika. Semua sudah ada hitungannya, patokannya jelas dari mana, dan potensinya apa saja,” ujarnya.
Bupati juga menggarisbawahi bahwa pencapaian PAD merupakan hasil kerja kolektif, bukan hanya peran satu lembaga atau individu. Seluruh organisasi perangkat daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab dalam memastikan target dapat direalisasikan sesuai dengan rencana pembangunan.
Belajar dari 2024
Optimisme Kang Rey tidak lepas dari pengalaman pada tahun 2024. Kala itu, PAD Kabupaten Subang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa perencanaan yang matang dapat berbuah hasil positif apabila dijalankan secara konsisten.
“Optimis, karena di 2024 saja ada pelampauan target. Itu yang kita harapkan juga di tahun ini dan seterusnya,” tutur Kang Rey.
Ia menambahkan, capaian 2024 menjadi motivasi sekaligus standar baru bagi kinerja pemerintah daerah. Ke depan, tantangannya bukan sekadar mencapai target, tetapi menjaga tren positif agar terus berlanjut.
Dorongan Efisiensi dan Inovasi
Selain mengandalkan sektor-sektor PAD yang sudah ada, Kang Rey mendorong perangkat daerah untuk menggali sumber-sumber baru. Efisiensi pelayanan publik, digitalisasi sistem pembayaran, serta inovasi kebijakan diharapkan dapat menjadi motor penggerak peningkatan pendapatan daerah.
Menurutnya, peningkatan PAD bukan hanya soal angka, tetapi juga mencerminkan kemandirian fiskal daerah. Dengan PAD yang kuat, Pemkab Subang akan lebih leluasa menjalankan program pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat.
“Semakin besar PAD, semakin besar pula ruang gerak kita dalam membiayai program pembangunan. Ini penting untuk kesejahteraan masyarakat Subang,” katanya.
Harapan untuk 2025 dan Seterusnya
Bupati Subang menutup pernyataannya dengan harapan agar semangat yang sama dapat terus dijaga, baik oleh pemerintah daerah maupun seluruh pemangku kepentingan. Ia mengingatkan bahwa capaian PAD bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan sarana nyata untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Yang kita kejar bukan hanya target, tapi keberlanjutan pembangunan. Kalau di 2024 kita bisa melampaui target, saya percaya tahun ini dan tahun-tahun berikutnya juga bisa,” pungkasnya.(M Rahmat)









Komentar