Bintuhan, Mediapateiot.co.id – Sebagai upaya menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), tim UPT PUSKESMAS MAJE melakukan Fogging dan pembagian bubuk Abate di beberapa desa yang di Kecamatan Maje. Rabu 8/10/2025
Pada akhir-akhir ini, berdasarkan kasus warga yang terjangkit penyakit DBD sebanyak 21 orang hampir setiap desa yang terjangkit DBD, maka UPT Puskesmas Maje melakukan kegiatan Fogging di beberapa desa yang ada di Kecamatan Maje, selain kegiatan Fogging seluruh pemukiman desa, UPT Puskesmas Maje juga membagikan bubuk Abate, hal itu dilakukan untuk mencegah penularan DBD. Tim fogging yang terdiri dari petugas Puskesmas Maje, Perangkat Desa, Bidan Desa, Babinkantibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala Puskesmas (KAPUS) Maje Bapak Arif Purbowo saat mendampingi langsung kegiatan Fogging ini mengatakan bahwa Pada musim penghujan terdapat banyak genangan air untuk tempat perkembangbiakan nyamuk diantaranya nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus yang merupakan vektor penyakit demam berdarah dengue. Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.
“Akhir-akhir ini, cuaca kita merujuk pada musim hujan, sehingga menimbulkan banyaknya genangan air, yang menjadi sarang atau berkembang biaknya nyamuk yang membawa virus yang dapat ditularkan melalui gigitannya”. Ungkap arif
Pada kesempatan yang sama Arif juga menambahkan Gejala DBD ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan menifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah serta adanya kemerahan di bagian permukaan tubuh pada penderita.
Pada umumnya penderita DBD (Demam Berdarah Dengue) akan mengalami fase demam selama 2-7 hari, fase pertama: 1-3 hari ini penderita akan merasakan demam yang cukup tinggi 40 derajat Celcius.
Kemudian pada fase ke-dua penderita mengalami fase kritis pada hari ke 4-5, pada fase ini penderita akan mengalami turunnya demam hingga 37 derajat Celcius dan penderita akan merasa dapat melakukan aktivitas kembali (merasa sembuh kembali) pada fase ini jika tidak mendapatkan pengobatan yang adekuat dapat terjadi keadaan fatal, akan terjadi penurunan trombosit secara drastis akibat pemecahan pembuluh darah (pendarahan).
Di fase yang ketiga ini akan terjadi pada hari ke 6-7 ini, penderita akan merasakan demam kembali, fase ini dinamakan fase pemulihan, di fase inilah trombosit akan perlahan naik kembali normal kembali.
“Memang beberapa pekan terakhir banyak masyarakat mengalami gejala demam 2-3 hari yang cukup tinggi, yang menurut tenaga medis kami terkena DBD, melihat kriteria demam mendadak, sakit kepala, nyeri d mata, dan pendarahan (mimisan) dan ciri-ciri lainnya. Maka ketika penderita DBD tidak ditangani dg serius atau khusus akan terjadi keadaan fatal”. Pungkas Arif
Selain penanganan terhadap pasien yang terjangkit DBD, upaya pencegahan penularan virus DBD ini juga dilakukan dengan melakukan Fogging didesa-desa dan pembagian Abate ke rumah-rumah. (Ojs)
