Jakarta, 12 Oktober 2025 — Pagi yang cerah di kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi saksi kekhidmatan acara Doa Jaga Jakarta yang digelar oleh Forum Komunikasi Ulama Umaro (FK ULUM) Jakarta.





Berbeda dari kegiatan keagamaan sebelumnya yang biasanya berlangsung di area bawah Monas, kali ini FK ULUM memilih Puncak Monas sebagai lokasi utama. Suasana religius menyelimuti puncak ikon ibu kota itu, ketika lantunan istighfar dan doa memohon keselamatan bangsa menggema memenuhi udara Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum FK ULUM Jakarta, Prof. Dr. KH. Zainal Arifin Gufron, para penasehat seperti KH. Lutfi Hakim, MA dan Dr. KH. Ahmad Fauzi, serta jajaran pengurus dan ibu-ibu Majelis Taklim FK ULUM.
Rangkaian acara dimulai dengan tawassul yang dipimpin oleh KH. Zarkasi Usman, dilanjutkan doa istighosah penuh kekhusyukan oleh KH. Soim Suaib, M.Ag, dan ditutup dengan doa penutup oleh Dr. KH. Ahmad Fauzi. Seluruh rangkaian berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, KH. Lutfi Hakim, MA menegaskan pentingnya kekuatan doa dalam menghadirkan pertolongan Allah SWT bagi bangsa. Ia juga menyampaikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina, mengingat acara pagi tersebut bertepatan dengan aksi penolakan terhadap keikutsertaan atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta.
“Doa-doa yang kita panjatkan hari ini semoga menjadi wasilah dikabulkannya pertolongan Allah bagi bangsa Indonesia dan saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya penuh harap.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Deklarasi Kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum FK ULUM, Prof. Dr. KH. Zainal Arifin Gufron. Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta meneguhkan komitmen untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan wathaniyah demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Usai kegiatan di Monas, rombongan melanjutkan ziarah ke makam para ulama besar Jakarta, antara lain ke Makam Kramat Luar Batang dan Makam Mbah Priok, sebelum kembali ke Cakung.
“Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi ikhtiar spiritual untuk memperkuat doa, persaudaraan, dan kecintaan kepada bangsa,” tutur Kyai Zainal.
Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah bagi FK ULUM Jakarta dalam meneguhkan sinergitas ulama dan umaro dalam menjaga moral, persatuan, dan kedamaian.(H.Inung)


















