Disusun oleh:
Alifian Yusuf (143251065)
Dosen Pengampu:
Tania Ardiani Saleh, Dra., M.S.
Mata Kuliah: Logika dan Pemikiran Kritis
Universitas Airlangga
2025
“Generasi Gula: Maraknya Diabetes pada Anak”
Oleh: Alifian Yusuf
A. PENDAHULUAN
Selama dekade terakhir, tidak dapat dipungkiri bahwa makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi semakin mudah ditemukan di berbagai tempat. Konsumsi berlebihan terhadap produk tersebut dapat menyebabkan diabetes, yang menjadi akar dari berbagai penyakit lain jika tidak dikelola dengan baik.
Dulu, penyakit diabetes identik dengan usia lanjut. Hal ini wajar karena seiring bertambahnya usia, fungsi pankreas dalam memproduksi insulin menurun, sementara sensitivitas sel-sel tubuh terhadap insulin juga berkurang (resistensi insulin). Kondisi tersebut kian diperparah dengan gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan kelebihan berat badan.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, situasi mulai bergeser. Diabetes kini tidak hanya menyerang kalangan lanjut usia, tetapi juga anak-anak dan remaja. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada Januari 2023 menunjukkan bahwa prevalensi kasus diabetes pada anak meningkat 70 kali lipat dibandingkan tahun 2010. Di Surabaya, pada tahun 2022 terdapat 184 kasus diabetes anak, naik dari 176 kasus pada tahun sebelumnya, atau meningkat 0,1% dari 2,2%. Bahkan di awal 2023 sudah muncul 4 kasus baru. Fenomena ini menjadi sinyal bahaya akan normalisasi gaya hidup yang buruk sejak usia dini.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian dan Faktor Penyebab
Diabetes, atau yang sering disebut penyakit gula darah tinggi atau kencing manis, merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup, atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin berfungsi mengatur kadar gula dalam darah. Ketika fungsi ini terganggu, kadar gula meningkat dan dapat merusak organ tubuh, terutama pembuluh darah serta saraf.
Selain faktor genetik (diabetes tipe 1), pola makan tidak sehat juga menjadi penyebab utama pada anak-anak. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia, lebih dari 50% anak usia 3–14 tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali sehari. Tingkat konsumsi ini merupakan yang tertinggi dibandingkan kelompok usia lain. Risiko semakin besar jika anak kurang bergerak dan menjalani gaya hidup sedentary, yang dapat memicu obesitas — faktor risiko utama diabetes.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Pondok Indah, dr. Nur Ainun, Sp.PD, menyatakan,
“Diabetes sering kali tidak disadari oleh pengidapnya. Bahkan tidak sedikit penyandang diabetes yang baru mengetahui kondisinya ketika sudah timbul penyakit komplikasi.”
2. Upaya Pencegahan dan Peran Lingkungan
Pencegahan harus dimulai dari gaya hidup keluarga dan lingkungan sekitar anak. Orang tua memiliki peran penting untuk mengatur pola makan anak, misalnya:
- Mengurangi konsumsi makanan cepat saji.
- Menggantinya dengan makanan sehat seperti oatmeal, sup sayur, telur, tahu, dan tempe.
- Menyediakan camilan alami seperti buah apel atau pisang.
Perubahan kebiasaan sebaiknya dilakukan secara bertahap, karena anak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Selain keluarga, dukungan lingkungan juga penting. Dinas Kesehatan Surabaya telah melakukan skrining rutin, sosialisasi pola makan seimbang, dan edukasi di sekolah-sekolah. Langkah ini perlu terus digencarkan agar kesadaran masyarakat meningkat.
C. KESIMPULAN
Diabetes kini menjadi ancaman nyata bagi semua kalangan, termasuk anak dan remaja. Peningkatan signifikan kasus diabetes usia muda di Indonesia dipicu oleh pola makan tidak sehat dan gaya hidup kurang aktif. Pencegahan sejak dini sangat penting karena diabetes berdampak jangka panjang dan dapat menurunkan kualitas hidup.
Oleh sebab itu, diperlukan peran aktif orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam menanamkan kebiasaan makan sehat, meningkatkan aktivitas fisik anak, serta mengedukasi mereka tentang bahaya konsumsi gula berlebihan.
D. REFERENSI
- Halodoc. (2025). Apa Itu Diabetes (Gula Darah Tinggi)?
https://www.halodoc.com/kesehatan/diabetes - Tim RS Pondok Indah. (2024). Diabetes Mulai Serang Usia Muda, Cegah Sejak Dini dan Hindari Komplikasinya!
https://www.rspondokindah.co.id/id/news/diabetes-usia-muda-pencegahan-penanganan - Deonisia Arlinta. (2024). Lebih dari 50 Persen Anak Konsumsi Minuman Manis Berlebihan, Diabetes Kian Mengancam.
https://www.kompas.id/artikel/lebih-dari-50-persen-anak-konsumsi-minuman-manis-berlebihan-diabetes-kian-mengancam - M. B. Dewi Pancawati. (2023). Analisis Litbang Kompas: Alarm Lonjakan Kasus Diabetes pada Anak.
https://www.kompas.id/artikel/analisis-litbang-kompas-alarm-lonjakan-kasus-diabetes-pada-anak










