Raja dan Sultan Nusantara Didorong Jadi Penjaga Kedaulatan NKRI

Judul Halaman
%%footer%%


Jakarta, 27 Oktober 2025
Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak dapat ditawar. Dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, para Raja dan Sultan Nusantara dinilai memiliki peran penting sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan warisan perjuangan leluhur.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Ketua Umum Dewan Adat Nasional Republik Indonesia (DAN-RI), Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi Arianatareja, S.Psi., M.H., melakukan silaturahmi dan diskusi strategis dengan Ketua Umum Forum Masyarakat Adat (FORMAS), Yohanes Handoyo Budhisedjati, di Blok M Plaza Jakarta. Pertemuan ini membahas langkah nyata untuk memperkuat kontribusi lembaga adat dan kesultanan dalam menjaga kedaulatan bangsa di tengah dinamika global yang kian kompleks.

Menurut Sultan Sepuh Pangeran Heru Rusyamsi, para Raja dan Sultan memiliki tanggung jawab moral dan historis dalam mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa serta menjaga integrasi nasional.

“Pengorbanan para Raja dan Sultan pendahulu merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan. Kini saatnya kerajaan dan kesultanan Nusantara kembali mengambil peran aktif bersama seluruh elemen bangsa,” ujar Sultan Sepuh dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa eksistensi kerajaan dan kesultanan tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga benteng pertahanan ideologi dan moral bagi masyarakat. “Nilai adat dan budaya adalah kekuatan dasar bangsa Indonesia. Jika nilai itu goyah, maka persatuan bisa melemah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum FORMAS Yohanes Handoyo Budhisedjati menyampaikan bahwa sinergi antara lembaga adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan dalam memperkuat ketahanan budaya sekaligus menjaga semangat Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa.

“Kami sepakat untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara seluruh lembaga adat di Indonesia. Tujuannya agar semangat gotong royong dan nasionalisme tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Yohanes Handoyo.

Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk memperluas jaringan kerja sama antarkerajaan Nusantara, termasuk upaya diplomasi budaya yang dapat memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Keraton Kasepuhan Cirebon, sebagai salah satu pusat budaya tertua di Jawa Barat, akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah agenda kebudayaan dan dialog kebangsaan yang melibatkan berbagai kesultanan dari seluruh Indonesia.

Dalam penutup pertemuan, kedua pemimpin organisasi adat itu menegaskan komitmen bersama untuk terus menjaga semangat kebangsaan dan memperkuat persatuan dari Sabang sampai Merauke.

“Kedaulatan bukan hanya soal pertahanan teritorial, tetapi juga tentang menjaga jati diri dan martabat bangsa. Raja dan Sultan harus menjadi penjaga nilai-nilai itu,” tutur Sultan Sepuh.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta tanah air, Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, DAN-RI, dan FORMAS berkomitmen menjadi garda depan dalam memperkokoh kedaulatan NKRI serta menghidupkan kembali peran strategis kerajaan dan kesultanan sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah dan masa depan bangsa.

(Humas Media Center Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan