Kesultanan Langkat — Ringkasan Sejarah

Jum’at.7/11/2025.Pukul.09:50.WIB.

Mediapatriot.co.id|Langkat-Sumatera Utara-Berawal dari keruntuhan Kerajaan Aru (Aru I) akibat serangan Kesultanan Aceh.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Pewarisnya mendirikan kerajaan baru di Kota Rentang, Hamparan Perak.
Raja pertama: Dewa Syahdan (1500–1580) → cikal bakal Kerajaan Langkat.

Nama Langkat berasal dari pohon langkat (mirip langsat, kini punah) yang banyak di sungai Langkat.

Screenshot 20251107 092339
20251107 092339

Garis Waktu Para Penguasa & Peristiwa Penting Kerajaan Langkat Awal (1500–1750)Tahun
Penguasa Peristiwa Penting
1500–1580 Dewa Syahdan
Mendiri­kan Kerajaan Langkat
1580–1612
Panglima Dewa Sakdi / Kejuruan Hitam Gugur akibat serangan Aceh
1612–1673
Sultan Abdullah (Marhum Guri)
Dimakamkan di Buluh Cina1673–1750
Raja Kahar
Pendiri Kota Dalam Secanggang → Hari Jadi Langkat 17 Jan 1750.

Perluasan & Tekanan Politik (1750–1870)Tahun

Catatan

1750–1814 Badiulzaman (Sutan Bendahara)
Luaskan wilayah Langkat 1815–1823
Tuah Hitam

Screenshot 20251107 092316
20251107 092316

Pindah pusat kerajaan ke Jentera Malai; diserang Siak & Belanda; gugur
1824–1870.

Raja Ahmad

Pusat berpindah ke Gebang; banyak tekanan Aceh & Belanda
Kejuruan Besitang berperan sebagai tameng kerajaan dari serangan Gayo & Alas.

Masa Kesultanan (1870–1946)
Puncak pengaruh politik & ekonomi, terutama karena minyak dan perkebunan.

Sultan Musa al-Khalid al-Mahadiah Muazzam Shah

(Sultan Langkat I, 1870–1896)
Membangun Istana Darul Aman
Menikahkan politik untuk mempertahankan kekuasaan
Konflik internal keluarga-munculnya Pangeran Tanjung (Tengku Hamzah)
Tokoh Penting: Pangeran Adil & Tengku Amir Hamzah

Screenshot 20251107 092407
 20251107 092407

Garis keluarga bangsawan anti-Belanda

Tengku Amir Hamzah kelak menjadi Pahlawan Nasional & penyair Angkatan Pujangga Baru
Puncak Kejayaan Langkat
Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmad Shah

(Sultan II, 1896–1927) 1899–1902: Masjid Azizi dibangun-simbol kejayaan arsitektur Melayu Timur
Kekayaan hasil konsesi minyak Telaga Said hingga perkebunan tembakau Deli

1907: Tandatangani Politik Kontrak Belanda-sangat merugikan

Kesultanan

Sultan Mahmud Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmadsyah(Sultan III, 1927–1946)
Pusat pemerintahan dipindah ke Binjai
Banyak hubungan diplomatik Internasional (mis.KerajaanBulungan)
Masa terakhir sebelum Revolusi Sosial 1946 → istana diserang, keluarga bangsawan banyak yang hilang

Screenshot 20251107 092330
20251107 092330

Pembagian Wilayah Administratif Langkat Zaman Kesultanan
Wilayah

Boven Langkat
Hulu – Bahorok, hutan, perbatasan Karo

Beneden Langkat
Hilir-Tanjung Pura, pusat pemerintahan & perdagangan Teluk Haru

Pesisir hingga pulau-pulau kecil
Jejak Arsitektur & Budaya yang Masih Ada

Masjid Azizi, Tanjung Pura — ikon peradaban Melayu Islam
Jejak Istana Darul Aman dan pemakaman para Sultan
Tradisi Melayu Langkat & pengaruh budaya Karo tetap kuat

Kesultanan Langkat adalah salah satu kerajaan Melayu terkuat di Sumatera Timur, terutama pada abad ke-19—kaya sumber daya (minyak, tembakau, perkebunan) dan memiliki kedudukan politik strategis.

Keruntuhannya erat terkait penjajahan Belanda dan pergolakan Revolusi Sosial 1946.

(Ramlan|Mediapatriot.co.id|Kabiro Langkat)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Posting Terkait

Jangan Lewatkan