Pacitan, mediapatriot.co.id— Upaya peningkatan mutu layanan kesehatan kembali diperkuat melalui kerja sama lintas daerah. Pada Selasa (4/11/2025), Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menerima kunjungan resmi dari tim kaji banding Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua daerah untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan dan peningkatan kualitas layanan Instalasi Laboratorium Pemeriksaan (ILP), yang kini menjadi elemen penting dalam tata kelola pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan kaji banding tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, bersama jajaran pejabat struktural, tim pengelola ILP, serta perwakilan berbagai puskesmas di wilayah Pacitan. Sementara itu, rombongan dari Kabupaten Sumenep dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Sumenep bersama tim analis laboratorium dan pejabat teknis terkait. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan kelembagaan antar dua kabupaten dalam meningkatkan kapasitas layanan laboratorium kesehatan.

Dalam sambutannya, dr. Daru menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kunjungan tim dari Sumenep. Menurutnya, kunjungan kaji banding adalah kesempatan berharga untuk saling belajar mengenai inovasi pelayanan, penguatan standar mutu laboratorium, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data pemeriksaan. Ia menyebut bahwa Pacitan saat ini terus berupaya memperbaiki kualitas pelayanan ILP melalui penerapan standar operasional yang lebih rinci, pengawasan mutu internal, hingga pengembangan kompetensi tenaga laboratorium. Melalui kegiatan ini, ia berharap kedua daerah bisa saling mengisi dan memperkaya pengetahuan dalam mengembangkan layanan yang responsif dan presisi.
Setelah sesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan lengkap mengenai sistem pelayanan ILP Pacitan. Tim dari Dinkes Pacitan menjelaskan bagaimana standar mutu laboratorium diterapkan mulai dari tahap registrasi pasien, pengambilan sampel, proses analisis, hingga pelaporan hasil pemeriksaan. Digitalisasi layanan menjadi salah satu poin unggulan yang dipresentasikan oleh Pacitan, termasuk penggunaan aplikasi untuk mempercepat manajemen data, meminimalkan kesalahan input, dan meningkatkan efektivitas tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Tidak hanya itu, rombongan dari Sumenep juga diberikan kesempatan untuk mempelajari lebih jauh tentang inovasi yang sedang dikembangkan Pacitan, seperti pemanfaatan alat pemeriksaan terbaru dan sistem pengendalian mutu internal yang lebih terukur. Dalam sesi diskusi, tim Sumenep mengapresiasi penerapan standar operasional yang dilakukan Pacitan dan menilai sejumlah inovasi tersebut dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas ILP di daerah mereka.
Pada kesempatan yang sama, tim dari Dinas Kesehatan Sumenep turut memberikan paparan mengenai strategi pengembangan laboratorium daerah mereka. Mereka menyampaikan program peningkatan kompetensi tenaga analis, pengadaan sarana laboratorium yang lebih modern, serta upaya digitalisasi layanan yang sedang berjalan. Pertukaran paparan antara dua daerah ini menciptakan ruang diskusi yang intens dan produktif, terutama dalam membahas tantangan pelayanan laboratorium di wilayah dengan karakter geografis berbeda.
Salah satu bagian kegiatan yang menjadi sorotan adalah kunjungan kerja ke UPT Puskesmas Pringkuku, salah satu puskesmas dengan standar layanan laboratorium yang terus dikembangkan. Kepala UPT Puskesmas Pringkuku, dr. Hanik Subekti, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah ajang menunjukkan kelebihan salah satu pihak, tetapi wadah untuk saling mengisi. Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk belajar dari daerah lain, sekaligus berharap tamu dari Sumenep dapat memperoleh gambaran nyata tentang bagaimana ILP di tingkat puskesmas dijalankan di Pacitan. Dalam penyampaiannya kepada media, dr. Hanik juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun penyajian materi yang diterima oleh para tamu.
Rangkaian kunjungan ini kemudian ditutup dengan peninjauan langsung ke ruang laboratorium, tempat pengelolaan sampel, dan sistem dokumentasi hasil pemeriksaan. Tim Sumenep melihat secara langsung bagaimana alur kerja laboratorium diterapkan sesuai standar, serta bagaimana tenaga kesehatan Pacitan mengelola instrumen laboratorium secara profesional. Dalam kesempatan ini, kedua belah pihak saling bertukar pandangan mengenai strategi peningkatan mutu, termasuk bagaimana implementasi digitalisasi dapat membantu mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan akurasi data.
Kegiatan kaji banding ini diharapkan dapat menjadi fondasi kolaborasi yang berkelanjutan antara Dinas Kesehatan Pacitan dan Dinas Kesehatan Sumenep. Kolaborasi lintas daerah dinilai sangat penting dalam menghadapi dinamika kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, terutama di era modern yang menuntut ketepatan diagnosis dan kecepatan pelayanan. Melalui forum seperti ini, kedua daerah dapat membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya standar pelayanan laboratorium yang kuat, akurat, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Dengan terselenggaranya kaji banding ini, baik Pacitan maupun Sumenep optimistis dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan ILP di masing-masing daerah. Pertukaran pengalaman, diskusi intensif, dan peninjauan langsung yang dilakukan dalam kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun sistem pelayanan laboratorium yang lebih profesional, modern, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Kedua daerah berharap kerja sama ini akan terus berlanjut dalam bentuk program-program pengembangan lainnya, sehingga sinergi yang terbangun dapat memberikan dampak positif bagi pelayanan kesehatan masyarakat secara luas.
Pewarta S Diran










