Kota Bekasi, MPN
Selama tiga hari dimulai dari Junat (14/11) hingga Minggu (16/11), sekitar 350 orang peserta dari kalangan pengelola bank sampah unit dan bank sampah induk dari kota dan kabupaten mengikuti Jambore Bank Sampah yang dilaksanakan Forum Bank Sampah Jawa Barat.
Selaras dengan misi bank sampah terkait dalam mengendalikan sampah, kegiatan jambore ini dirangkai dengan aksi bersih-bersih di sekitar areal Pantai Pangandaran dan sejumlah lokasi lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat respon antusias dari peserta.

Dari sejumlah peserta yang ikut dalam Jambore Bank Sampah Jawa Barat ini tercatat nama Sadan Sopian, SE, MAB yang merupakan Direktur Bank Sampah Sumber Jaya Kranggan dari wilayah Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi. Sejak acara dimulai, figur yang dikenal akrab sebagai pegiat lingkungan ini begitu antusias mengikuti acara jambore ini.
Selain terlihat aktif dalam kegiatan, Sadan Sopian juga memanfaatkan even ini untuk berrukar wawasan dengan sejumlah pelaku bank sampah, termasuk dengan Ketua Forum Bank Sampah Provinsi Jawa Barat (Jabar), DR Ir Mohamad Satori MT IPU. Selain Sadan Sopian, ikut serta perwakilan pengelola bank sampah asal Kota Bekasi yakni dari wilayah Kecamatan Pondokmelati dan Bekasi Timur.

Adanya Jambore Bank Sampah ini merupakan motivasi bagi Sadan Sopian untuk terus aktif berinovasi demi mengembangkan Bank Sampah Sumber Jaya Kranggan yang dikelolanya. “Kita jadi merasa tidak sendirian, banyak saudara-saudara kita yang memiliki kesamaan visi dan misi mengelola sampah menjadi nilai ekonomis dan menjaga alam melalui aktifitas bank sampah, dan kami disini merasa seperti satu keluarga besar,” tegasnya saat dimintai responnya terkait kegiatan Jambore Bank Sampah Jawa Barat.
Manfaat lain, imbuh Sadan, antara lain terbukanya peluang untuk saling bertukar wawasan terkait inovasi yang dikembangkan para pengelola bank sampah dari tiap daerah. “Anggap saja seperti studi tiru, kita bisa saling sharing atau tukar wawasan dengan pengelola bank sampah yang sudah sukses, seperti apa inovasinya, atau teknologi apa yang digunakan, kita bisa dapat pengetahuan yang bermanfaat,” papar Sadan.
Sadan juga berharap silaturahmi yang terjalin dalam jambore menjadi satu momentum untuk menggalang kekuatan untuk mengendalikan sampah demi menjaga kelestarian alam. “Namun tetap butuh sinergitas dengan pemerintah serta pelaku usaha BUMN atau BUMD untuk menjalankan visi dan misi bank sampah secara meksimal ini,” pungkasnya. (Mul)











