(1000 kata, SEO, gaya media online, edukatif, bermanfaat untuk publik & calon klien media)
(1000 kata, SEO, gaya media online, edukatif, bermanfaat untuk publik & calon klien media)
Mengirim rilis berita (press release) ke media tampaknya sederhana, tetapi membuatnya cepat dimuat adalah tantangan yang berbeda. Banyak perusahaan, instansi, maupun UMKM mengirimkan rilis setiap hari, namun hanya sebagian yang berhasil tayang di media online. Mengapa demikian? Karena media memiliki standar ketat, alur kerja redaksi yang padat, serta seleksi konten yang harus memenuhi unsur jurnalistik dan kepentingan pembaca.
Artikel ini akan membahas secara lengkap strategi, teknik, dan langkah-langkah agar rilis Anda tidak hanya diterima, tetapi juga berpeluang besar untuk dimuat oleh media online.
Hal pertama yang dilihat redaksi adalah struktur beritanya. Jika format rilis berantakan atau tidak menjawab unsur berita, maka editor biasanya langsung melewatinya.
Pastikan rilis memenuhi:
Rilis yang lengkap akan lebih mudah dimuat karena editor tidak perlu melakukan riset tambahan.
Judul rilis adalah faktor pertama yang dipertimbangkan redaksi. Tulis judul yang:
Contoh yang baik:
“Kota Bekasi Gelar Workshop Evaluasi Pengelolaan Keuangan untuk Tingkatkan Transparansi 2025”
Contoh buruk:
“Program Terbaru Kami Akan Mengubah Masa Depan Indonesia!”
Judul seperti iklan biasanya langsung ditolak.
Banyak rilis gagal tayang karena dikirim di waktu yang salah. Setiap media memiliki jam padat penyuntingan. Waktu paling ideal adalah:
Untuk hari:
Mengatur waktu kirim bisa meningkatkan peluang tayang hingga 40%.
Media membutuhkan kutipan langsung agar berita lebih kuat. Pastikan rilis Anda memuat pernyataan dari tokoh atau pejabat yang relevan, misalnya:
Kutipan memberikan nilai jurnalistik dan membantu editor menilai kelayakan berita.
Foto adalah elemen penting. Media sangat membutuhkan foto untuk melengkapi berita.
Syarat foto:
Foto yang baik dapat membuat editor lebih mempertimbangkan rilis Anda.
Editor sering melewatkan rilis dalam bentuk:
Sebaiknya rilis ditulis langsung di dalam body email, sehingga editor bisa membaca cepat tanpa harus mengunduh file.
Lampiran hanya untuk foto atau data tambahan.
Banyak orang kirim rilis ke alamat umum seperti:
admin@media.com atau humas@media.com
Ini salah satu faktor penyebab rilis tidak terbaca.
Yang lebih efektif:
Anda harus membangun daftar kontak media (media list) agar rilis tersampaikan ke orang yang tepat.
Subjek email harus profesional, contoh:
[RILIS BERITA] Peluncuran Program Literasi Digital Kota Bekasi – 20 November 2025
Hindari subjek seperti:
Ini akan memberi kesan tidak profesional.
Media akan menolak rilis yang berisi promosi berlebihan.
Contoh kalimat yang harus dihindari:
Media bukan tempat iklan.
Gunakan bahasa informatif dan berdasarkan fakta.
Editor selalu melihat satu hal utama:
“Apakah informasi ini bermanfaat bagi pembaca?”
Rilis Anda akan lebih mudah dimuat jika meliputi:
Semakin relevan, semakin tinggi peluang tayang.
Email saja tidak cukup. Anda perlu menjalin komunikasi yang baik dengan wartawan.
Cara membangun hubungan:
Dengan hubungan yang baik, rilis Anda akan lebih diperhatikan.
Follow up diperlukan, tetapi jangan berlebihan.
Cara follow up yang sopan:
“Halo Kak, saya sudah mengirim rilis kegiatan pagi ini. Kalau ada yang perlu dilengkapi, saya siap bantu ya.”
Jangan pernah:
Follow up yang baik akan menunjukkan profesionalitas Anda.
Media kit biasanya berisi:
Media kit membantu editor memahami konteks rilis sehingga liputan lebih mudah.
Media akan mengenali Anda sebagai sumber tepercaya bila Anda konsisten mengirim rilis yang:
Konsistensi ini meningkatkan reputasi Anda sebagai pengirim rilis profesional.
Mengirim rilis berita agar cepat dimuat bukan hanya soal mengirim email, tetapi tentang memahami cara kerja media, menulis dengan standar jurnalistik, dan membangun komunikasi yang baik dengan wartawan.
Jika Anda mengikuti langkah-langkah di atas—mulai dari membuat judul yang tepat, memilih waktu kirim terbaik, hingga menghadirkan rilis yang informatif—maka peluang publikasi Anda akan meningkat secara signifikan.(Hamdanil/mediapatriot.co.id)