Mediapatriot.co.id Jakarta 2 Desember 2025
Dalam Era masa Pemerintahan Presiden Bpk Prabowo seperti kita ketahui banyak sekali menekankan pembangunan Ekonomi di Sektor Riil dan juga bidang Ekonomi lainnya yang menyentuh kehidupan rakyat Indonesia pada umumnya.Dalam hal pembangunan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan banyak sekali pengusaha pengusaha besar menengag dan kecil yang berperan serta dalam membangun ekonomi bangsa,
Bahkan dalam menjalankan Fungsi dan Tugas nya sebagai pengusaha di Indonesia, beberapa Wadah/Organisasi pengusaha banyak Didirikan di Indonesia seperti Hipmi( Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Dan juga ada Organisasi yang Didirikan dan tentunya ada Pemerintah di belakangnya yang mendorong pembentukan Wadah atau Oraganisasi Pengusaha tsb sesuai kerangka UUD yang bertujuan ” Mensejahterakan” Rakyat Indonesia seperti KADIN ( Kamar Dagang Indonesia).
Sebagai sebuah organisasi dan wadah berkumpulnya pengusaha besar menengah dan kecil di Indonesia tentunya harus ada Anggaran Dasar ( AD) dan ART ( Anggaran Rumah Tangga) dimana dalam setiap kesempatan acara RAKERNAS / RAPIM KADIN, fungsi dan tujuan AD Dan ART seringkali dibahas untuk menjalankan fungsi KADIN itu tersendiri.
KADIN sebagai Organisasi Dari wujud kumpulan pengusaha aktif Besar Menengah dan Kecil tentu nya wajib dipimpin oleh Ketua dan Wakil Ketua serta kepengurusan structure pimpinan yang dibawahnya dalam rangka menjalankan AD Dan ART KADIN Tsb
Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Rapim KADIN Indonesia 2025) diselenggarakan pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di Tiara Ballroom, Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Semanggi, Jakarta Selatan. Forum ini diikuti oleh Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia, yang terdiri dari berbagai organisasi perusahaan (asosiasi dan gabungan) serta organisasi pengusaha (himpunan, ikatan, dan asosiasi).
Rapat dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia, M. Arsjad Rasjid P.M., dan Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Pada kesempatan ini, Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS), sebagai Anggota Luar Biasa (ALB) KADIN Indonesia, didaulat menjadi narasumber dalam sesi pembukaan Rapimnas KADIN Indonesia 2025.
Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional APPEKNAS, Fandy Iood menyampaikan, apresiasinya atas terselenggaranya Rapimnas KADIN Indonesia 2025.
Dalam sesi wawancara terpisah dengan Wakil Ketua Umum APPEKNAS Bpk Saleh Husein, beliau kepada awak media secara terpisah menyampaikan beberapa point penting tentang bebep hal inti dari RAPIM KADIN KE 25 Di Mangkuluhur Artikel yang berhubungan dengan Perindustdian yang merupakan Bidang kerjanya walaupun Beliau, di awal Menolak menyampaikan point Terpenting kepada awak media karna akan disampaikan beberapa Rekomendasi penting pada RAPIMNAS nanti, ujar beliau menekankan point Hal tsb kpd awak media.
Beberapa point penting yang disampaikan dari beliau sebagai pihak perwakilan APPEKNAS kepada Awak media tentang perindustrian adalah bahwa
1.Pemerintah dari Pendapatan Cuksi Rokok cukup besar pada tahun 2024 sekitar 216 Trilyun Rupiah, tetapi karna adanya rokok illegal dimana anggaplah kisarannya sekitar 10 %, ujar beliau menambahkan info kepada awak media atau sekitar 23-25 Trilyun Rupiah, dimana akibatnya kebocoran yang cukup besar tersebut sedang berusaha dibasmi oleh Kementrian Keuangan ( Bpk.Purbaya Selaku Menteri Keuangan RI ).
2.Soal Impor pakaian Bekas atau Triffting. Banyak sekali Barang impir pakaian bekas terutama yang Illegal yang masuk ke negara Indonesia melalui pelabuhan Resmi atau jalur tikus ujar beliau menambahkan, berdampak langsung pada keberlangsungan Pengusaha Pakaian dari UMKM bahkan mematikan Businnes milik UMKM tsb akibat derasnya laju pakai bekas impor yang masuk ke Indonesia secara resmi atau yang Illegal. Kita bisa lihat bagaimana Pusat Pasar terbesar pakaian baru atau bekas di Tanah Abang Jakarta sangat amat hampir ” MEMATIKAN ” perputaran penjualan terutama pengusaha UMKM disana, ujar pak Husein kepada awak media.
3.Sektor Supplay Energi berupa Gas untuk industri dimana dalam hal ini pemerintah sudah menetapkan Harga HBT sekitar 7 U$$ Tetapi realita nya di lapangan yang tersersp baru 60% saja.
Ia menegaskan bahwa kehormatan bagi APPEKNAS dapat berkontribusi sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Etos Kerja Sumber Daya Manusia Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia”. Untuk itu, APPEKNAS mengutus Ketua Bidang Pelatihan, Saut Sitompul, guna menyampaikan materi mengenai training etos kerja kepada seluruh peserta Rapimnas ALB 2025.
Dalam paparannya, Saut Sitompul menekankan bahwa peningkatan etos kerja merupakan kebutuhan mendesak bagi seluruh komponen sumber daya manusia di berbagai asosiasi, ikatan, dan organisasi yang tergabung sebagai Anggota Luar Biasa KADIN Indonesia.
Saut juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Arsjad Rasjid atas kepercayaan yang diberikan kepada APPEKNAS untuk menjadi narasumber dalam kegiatan strategis ini. Menurutnya, kesempatan ini menjadi momentum penting bagi APPEKNAS untuk berkontribusi dalam memperkuat kapasitas SDM pelaku usaha nasional.
Rapim KADIN Indonesia 2025 berlangsung dari pukul 15.00 hingga 18.00 WIB dan menjadi wadah konsolidasi serta penguatan peran organisasi pengusaha dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional kedepan.
Kontributor : ( Indra Permana )










