Disusun Oleh : Chelsea Nadine Ardianti
Dosen Pengampu : Dr. Rochmah Kurnijasanti, drh., M.Si
Mata Kuliah : Logika dan Pemikiran Kritis
Universitas : Airlangga
Kota : Surabaya
Tahun : 2025
Kewirausahaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Dalam konteks mahasiswa, kegiatan kewirausahaan menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas, kemandirian, dan kemampuan berpikir inovatif. Salah satu bentuk penerapan kewirausahaan yang banyak diminati saat ini adalah bidang kuliner, karena memiliki peluang pasar yang luas dan terus berkembang. Salah satu produk inovatif yang lahir dari semangat kewirausahaan kita sebagai mahasiswa adalah Kentang Geprek Teriyaki, yaitu olahan kentang goreng dengan sentuhan rasa khas Jepang yang dikombinasikan dengan cita rasa lokal Indonesia.
Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat saat ini, dunia kewirausahaan semakin ketat dan kompetitif. Para pelaku usaha dituntut untuk dapat beradaptasi, berpikir kreatif, dan terus berinovasi agar bisa terus bertahan serta berkembang. Untuk menghadapi tantangan tersebut, kita memberi nama produk kewirausahaan dengan nama yang unik dan modern yaitu “Smashyaki”, yang diambil dari kata ‘Smash’ yang berarti menghancurkan dan ‘Yaki’ dari kata teriyaki. Penggunaan nama seperti ini membuat minat konsumen meningkat karena mereka merasa penasaran dengan produk tersebut.
Untuk membuat produk lebih dikenal oleh banyak orang, tentunya kita juga mempromosikannya melalui platform media sosial yang kita miliki seperti WhatsApp, Instagram, TikTok, dan lain sebagainya. Kita membuat konten menarik dan brosur yang menampilkan visual produk makanan kita. Selain melalui media sosial, kita juga melakukan promosi langsung kepada konsumen, dan promosi dari mulut ke mulut memiliki peran penting dalam menciptakan kepercayaan terhadap produk kita.
Penggunaan media sosial sangat efektif dalam era digital saat ini karena dapat memperluas jangkauan interaksi antara produk dan konsumen. Media sosial memberikan ruang bagi konsumen untuk berbagi pengalaman mereka, dan hal tersebut dapat menjadi promosi yang sangat efektif.
Namun dalam dunia bisnis kuliner, terutama untuk usaha baru seperti “Smashyaki”, tentu ada berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Salah satu tantangan utama adalah fluktuasi tren makanan. Banyak konsumen cepat bosan dengan rasa atau menu yang monoton, dan ini menjadi tantangan besar bagi pemilik usaha. Oleh karena itu, kita perlu terus berinovasi, menciptakan variasi rasa, atau meluncurkan menu musiman yang hanya tersedia pada periode tertentu. Dengan demikian, kita tidak hanya menawarkan produk yang unik dan berkualitas, tetapi juga mampu menjaga ketertarikan konsumen secara berkelanjutan.
