ARTIKEL PENUGASAN“Pentingnya Imunisasi Wajib dan Peran Tenaga Promosi Kesehatan”(Oleh: Shessy Putri Melandri)

Disusun Oleh : Shessy Putri Melandri (191251200)


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan



Dosen Pengampu : Pradana Zaky Romadhon, dr., Sp.PD-KHOM, FINASIM

Pentingnya Imunisasi Wajib dan Peran Tenaga Promosi Kesehatan

Kasus campak masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Hingga kini, masih banyak daerah yang melaporkan kejadian luar biasa (KLB) campak, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Dilansir dari Kompas.id, tercatat ada 46 KLB campak di 42 wilayah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga minggu ke-33 tahun 2025 (periode 1 Januari–21 Agustus 2025), jumlah kasus campak yang terkonfirmasi mencapai 3.444 kasus.

Situasi ini menunjukkan bahwa cakupan imunisasi masih belum merata. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk melengkapi seluruh imunisasi wajib, khususnya imunisasi campak, guna mencegah penularan yang lebih luas.

Untuk memastikan edukasi mengenai imunisasi dapat menjangkau masyarakat secara luas, peran fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas menjadi sangat penting. Puskesmas tidak hanya bertugas memberikan layanan medis, tetapi juga menjadi pusat penyebaran informasi kesehatan. Di sinilah tenaga Promosi Kesehatan memiliki peran besar. Banyak orang mungkin masih asing dengan profesi ini, padahal mereka adalah garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat mengenai perilaku hidup sehat dan pencegahan penyakit.

Menurut Marymount University, tenaga promosi kesehatan adalah profesional yang membuat keputusan penting terkait kesehatan masyarakat serta mengajarkan cara mengelola kesehatan secara mandiri. Mereka membantu individu maupun komunitas untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan melalui edukasi, program pemberdayaan, serta perencanaan strategi kesehatan.

Profesi ini memiliki prospek karier yang luas. Selain bekerja di puskesmas, tenaga promosi kesehatan dapat berperan sebagai:

  • Konsultan kesehatan masyarakat
  • Peneliti kesehatan
  • Pengembang program promosi kesehatan

Adapun kompetensi penting yang harus dimiliki seorang tenaga promosi kesehatan meliputi:

  • Kemampuan komunikasi efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan jelas dan mudah dipahami
  • Kemampuan merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi program kesehatan
  • Keterampilan membuat materi edukasi, baik tulisan, visual, maupun multimedia

Kasus campak yang masih tinggi di Indonesia menjadi pengingat betapa pentingnya imunisasi wajib bagi anak dan masyarakat. Untuk menyukseskan upaya tersebut, tenaga promosi kesehatan memiliki peran yang sangat fundamental. Mereka bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran dan memberdayakan masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.

Dengan kolaborasi antara puskesmas, tenaga promosi kesehatan, dan masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi semakin meningkat dan Indonesia dapat bebas dari KLB campak di masa mendatang.

REFERENSI:
– Kompas.id. (2025). Laporan KLB Campak Indonesia.
– Kementerian Kesehatan RI. Data Kasus Campak Minggu ke-33 Tahun 2025.
– Marymount University. Health Promotion Career Overview.



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Posting Terkait

Jangan Lewatkan