Senin | 08 Desember 2025 | Pukul|06:30| WIB
Mediapatriot.co.id | Aceh Besar | Berita Terkini — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas khusus di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam Aceh yang berlokasi di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025).
Dalam forum strategis itu, Kepala Negara menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah harus bergerak dengan kecepatan, ketepatan, dan konsistensi tinggi dalam memastikan keselamatan warga dan percepatan pemulihan wilayah terdampak.
Rapat tersebut dihadiri unsur TNI, Polri, Basarnas, BNPB, serta pemerintah daerah, yang secara terpadu terlibat dalam operasi penanganan bencana di sejumlah titik kritis di Aceh.
Presiden menekankan bahwa koordinasi lintas lembaga harus terus diperkuat agar distribusi bantuan tidak terhambat, situasi keamanan tetap terkendali, serta konektivitas antardaerah yang sempat terputus dapat segera dipulihkan.
Prioritas Presiden: Pemulihan Rumah Warga dan Infrastruktur Dasar
Salah satu sorotan utama Presiden Prabowo ialah banyaknya rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
Ia menegaskan bahwa dukungan pembangunan kembali tempat tinggal akan menjadi prioritas dalam fase pemulihan jangka menengah. Pemerintah, ujarnya, tidak boleh membiarkan warga menunggu terlalu lama untuk kembali hidup dalam kondisi yang layak dan aman.
Selain itu, Presiden juga meminta agar pemulihan infrastruktur dasar — termasuk jalan penghubung dan fasilitas layanan publik — dilakukan secara bertahap namun terukur.
Tantangan di sejumlah lokasi yang masih sulit dijangkau akibat kondisi alam,
menurut Presiden, merupakan hambatan yang harus dihadapi dengan pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan.
Distribusi Bantuan Wajib Tepat Waktu dan Tepat Sasaran
Dalam arahannya, Presiden Prabowo turut menyoroti perlunya manajemen penyaluran bantuan yang lebih teliti. Obat-obatan disebut sebagai kebutuhan mendesak yang harus dipastikan ketersediaannya serta ketepatannya dalam distribusi ke daerah terdampak.
Ia menekankan bahwa keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan medis dapat berdampak fatal pada kelompok rentan.
Selain obat-obatan, kebutuhan pakaian bagi warga yang kehilangan seluruh harta benda juga menjadi perhatian Presiden.
Ia mendorong program penyediaan pakaian untuk daerah bencana serta mengajak masyarakat turut berpartisipasi melalui donasi pakaian layak pakai. “Solidaritas publik adalah kekuatan besar bangsa ini,” tegasnya.
Integritas Aparatur Negara Jadi Titik Tekan
Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh proses penanganan hingga pemulihan bencana harus dijalankan dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.
Ia memperingatkan bahwa praktik penyelewengan dalam situasi darurat tidak hanya melukai rakyat, tetapi juga mencoreng martabat negara.
Apresiasi untuk Sinergitas di Lapangan
Di akhir rapat,
Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah, TNI–Polri, Basarnas, BNPB, relawan, serta masyarakat Aceh yang telah menunjukkan kekompakan dan kegigihan dalam menghadapi bencana.
Menurutnya, sinergi yang ditunjukkan seluruh pihak merupakan kekuatan besar yang mempercepat proses pemulihan dan memulihkan kembali optimisme masyarakat.
Rapat terbatas tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir sepenuhnya dalam situasi bencana, memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah yang diambil bertujuan melindungi rakyat serta mengembalikan kehidupan sosial-ekonomi Aceh secara berkelanjutan.
Sumber : Seskab
(Redaksi | Mediapatriot.co.id | Ramlan)

