Disusun Oleh:
Nashwa Khaluna Ramadhani
Dosen Pengampu:
Dr. Yunias Setiawati, dr., Sp.K.J(K)
Mata Kuliah:
Komunikasi Kesehatan dan Layanan Kesehatan
UNIVERSITAS:
Universitas Airlangga
Tahun:
2025
PENDAHULUAN
Dalam praktik kedokteran gigi, komunikasi antara dokter dan pasien sebelum tindakan perawatan memiliki peran yang sangat penting. Penjelasan yang diberikan dokter bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya memastikan pasien memahami kondisi kesehatannya serta tindakan medis yang akan dilakukan. Melalui komunikasi yang baik, pasien dapat merasa lebih tenang, aman, dan terlibat dalam pengambilan keputusan terkait perawatan giginya.
ISI
Pemeriksaan Awal dan Penjelasan Kondisi Gigi
Sebelum melakukan perawatan, dokter gigi biasanya akan memeriksa kondisi gigi pasien secara menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menjelaskan masalah yang ditemukan, misalnya gigi berlubang, infeksi gusi, atau karang gigi yang menumpuk. Penjelasan ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar pasien mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada giginya.
Pada kasus gigi berlubang yang memerlukan penambalan, misalnya, dokter akan menjelaskan penyebab terjadinya lubang, manfaat tindakan penambalan, serta risiko yang dapat muncul apabila perawatan tidak segera dilakukan. Dokter juga umumnya menyampaikan perkiraan biaya perawatan agar pasien memiliki gambaran yang jelas sebelum memutuskan.
Hak Pasien dalam Pengambilan Keputusan
Setelah penjelasan diberikan, keputusan tetap berada di tangan pasien. Pasien memiliki hak untuk menyetujui, menunda, atau bahkan menolak perawatan sesuai dengan pertimbangan pribadi. Apabila pasien merasa belum siap atau belum ingin menjalani perawatan, dokter tidak akan memaksakan tindakan tersebut.
Sebaliknya, jika pasien menyatakan setuju, dokter akan memastikan kembali bahwa pasien benar-benar memahami prosedur yang akan dilakukan. Hal ini penting untuk menghindari kesalahpahaman serta meningkatkan rasa nyaman dan kepercayaan pasien terhadap dokter.
Komunikasi Selama Tindakan Perawatan
Komunikasi tidak berhenti sebelum tindakan saja, tetapi tetap berlangsung selama perawatan dilakukan. Dokter biasanya memberikan arahan kepada pasien, seperti mengangkat tangan jika merasa sakit atau tidak nyaman. Dengan cara ini, dokter dapat menyesuaikan tindakan atau menghentikannya sementara demi menjaga keamanan dan kenyamanan pasien.
Informed Consent sebagai Dasar Etika Medis
Seluruh tahapan komunikasi tersebut merupakan bagian dari proses informed consent, yaitu persetujuan yang diberikan pasien setelah memperoleh penjelasan yang lengkap dan jelas. Informed consent menjadi dasar etika dalam pelayanan kesehatan, termasuk kedokteran gigi.
PENUTUP
Melalui komunikasi yang efektif sebelum dan selama perawatan gigi, pasien tidak hanya memahami tindakan medis yang akan dilakukan, tetapi juga merasa dihargai dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait kesehatannya. Penjelasan dokter, hak pasien untuk memilih, serta informed consent merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam praktik kedokteran gigi yang profesional dan beretika.
LAMPIRAN
—
DAFTAR PUSTAKA
— Field Study Report. (2025). Observasi komunikasi dokter–pasien dalam tindakan kedokteran gigi. Laporan observasi tidak dipublikasikan, 18 Oktober 2025.
World Health Organization. (2020). Patient engagement: Technical series on safer primary care. WHO Press.









