Ketika Google Lebih Dipercaya: Self-Diagnosis Kesehatan Gigi di Era Digital (Oleh: Kalila Jasmine Diwandita)





Ketika Google Lebih Dipercaya: Self-Diagnosis Kesehatan Gigi di Era Digital

Disusun Oleh:
Kalila Jasmine Diwandita (121251194)


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Dosen Pengampu:
Dr. Yunias Setiawati, dr., Sp.K.J(K)

Mata Kuliah:
Komunikasi Kesehatan dan Layanan Dasar Kesehatan

UNIVERSITAS:
Universitas Airlangga

Kota:
Surabaya

Tahun:
2025


PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi kesehatan, termasuk kesehatan gigi dan mulut. Media sosial, mesin pencari, dan berbagai platform digital kini menjadi sumber rujukan awal sebelum masyarakat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kondisi ini mendorong munculnya perilaku self-diagnosis, yaitu upaya individu menilai kondisi kesehatannya sendiri berdasarkan informasi yang diperoleh secara mandiri.

Sebagai mahasiswa kedokteran gigi, fenomena ini menjadi isu yang penting untuk dipahami sejak dini. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menguasai keterampilan klinis, tetapi juga peran sebagai calon tenaga kesehatan yang mampu berkomunikasi secara efektif. Pemahaman terhadap self-diagnosis dalam konteks komunikasi kesehatan diperlukan agar mahasiswa kedokteran gigi dapat berkontribusi dalam memberikan edukasi yang benar serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter gigi.

ISI

Self-Diagnosis Kesehatan Gigi di Era Digital

Self-diagnosis dalam kesehatan gigi dan mulut umumnya dilakukan melalui pencarian gejala di internet atau paparan konten edukasi singkat di media sosial. Informasi tersebut sering kali disajikan dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga menarik perhatian masyarakat awam. Namun, kondisi klinis kesehatan gigi dan mulut bersifat kompleks dan membutuhkan pemeriksaan langsung untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Bagi mahasiswa kedokteran gigi, fenomena ini menjadi pembelajaran nyata mengenai kesenjangan antara informasi populer dan pengetahuan ilmiah. Self-diagnosis dapat menimbulkan persepsi keliru, seperti menganggap nyeri gigi ringan tidak memerlukan perawatan atau menyamakan semua perdarahan gusi sebagai kondisi yang normal. Jika tidak diimbangi dengan edukasi yang benar, perilaku ini berpotensi menunda perawatan dan memperburuk kondisi pasien.

Komunikasi Kesehatan dan Tantangannya bagi Mahasiswa Kedokteran Gigi

Dalam konteks komunikasi kesehatan, mahasiswa kedokteran gigi berada pada posisi strategis sebagai penghubung antara ilmu kedokteran gigi dan masyarakat. Melalui kegiatan akademik, pengabdian masyarakat, maupun interaksi sehari-hari, mahasiswa sering menjadi pihak yang pertama kali dimintai pendapat terkait keluhan kesehatan gigi.

Tantangan utama yang dihadapi mahasiswa adalah keterbatasan pengalaman klinis serta perlunya menyampaikan informasi kesehatan dengan bahasa yang sederhana namun tetap akurat. Di sisi lain, mahasiswa juga harus mampu menyikapi informasi keliru yang sudah lebih dulu dipercaya masyarakat tanpa bersikap menggurui. Hal ini menuntut kemampuan komunikasi yang empatik dan berbasis bukti ilmiah.

Peran Mahasiswa Kedokteran Gigi dalam Menghadapi Fenomena Self-Diagnosis

Mahasiswa kedokteran gigi memiliki peran penting dalam mengurangi dampak negatif self-diagnosis melalui pendekatan komunikasi kesehatan. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi promotif dan preventif, baik secara langsung maupun melalui media digital. Dengan memanfaatkan media sosial secara bertanggung jawab, mahasiswa dapat menjadi sumber informasi yang kredibel dan mudah diakses oleh masyarakat.

Selain itu, proses pendidikan kedokteran gigi seharusnya mendorong mahasiswa untuk peka terhadap pola konsumsi informasi kesehatan di era digital. Pemahaman ini dapat menjadi bekal dalam membangun komunikasi yang efektif dengan pasien di masa depan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek teknis perawatan, tetapi juga pada upaya membangun literasi kesehatan gigi di masyarakat.

PENUTUP

Self-diagnosis kesehatan gigi di era digital merupakan fenomena yang erat kaitannya dengan komunikasi kesehatan. Bagi mahasiswa kedokteran gigi, isu ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan peran sebagai calon tenaga kesehatan yang komunikatif dan beretika. Melalui penguasaan komunikasi kesehatan yang baik, mahasiswa dapat berkontribusi dalam meluruskan informasi yang keliru serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi secara profesional.

Pemahaman sejak dini mengenai self-diagnosis diharapkan dapat membentuk mahasiswa kedokteran gigi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi komunikator kesehatan yang efektif di era digital.

DAFTAR PUSTAKA

  • McMullan, M. (2006) ‘Patients using the Internet to obtain health information: How this affects the patient–health professional relationship’, Patient Education and Counseling, 63(1–2), pp. 24–28.
  • Nutbeam, D. (2008) ‘The evolving concept of health literacy’, Social Science & Medicine, 67(12), pp. 2072–2078.
  • World Health Organization (2017) Communicating risk in public health emergencies. Geneva: WHO Press.




Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan