Kamis | 18 Desember 2025 | Pukul | 05:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Sumatera Utara | Berita Terkini — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang diperkirakan berlangsung selama sepekan, terhitung mulai Selasa, 16 Desember hingga Senin, 22 Desember 2025.
Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Putri Afriza, dalam keterangan pers yang diterima media, Rabu (17/12/2025).
BMKG menilai, dinamika atmosfer regional dan global yang tengah berlangsung berpotensi signifikan meningkatkan curah hujan di sebagian besar wilayah Sumut.
Menurut Putri, berdasarkan analisis prospek cuaca mingguan, saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah Laut Cina Selatan.
Fenomena ini memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) serta belokan angin di wilayah Sumatera Utara. Kondisi tersebut berkontribusi besar terhadap proses pembentukan awan-awan hujan yang berpotensi menghasilkan hujan sedang hingga sangat lebat.
“Prospek cuaca mingguan di Sumatera Utara pada periode 16 sampai 22 Desember 2025 menunjukkan adanya pengaruh sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan.
Kondisi ini memicu peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah,” ujar Putri.
BMKG mencatat, intensitas curah hujan yang tergolong tinggi, bahkan mencapai sekitar 125 milimeter, berpotensi terjadi di beberapa titik pengamatan, salah satunya di wilayah ARG Patiluban, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Angka tersebut dinilai cukup signifikan dan dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.
Selain pengaruh sirkulasi siklonik, Putri menjelaskan bahwa aktivitas gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Sumatera Utara turut berperan dalam meningkatkan potensi hujan. Gelombang atmosfer ini, dikombinasikan dengan kondisi kelembapan udara yang masih relatif tinggi serta atmosfer yang labil, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan awan konvektif secara masif.
“Gangguan sirkulasi atmosfer, aktivitas gelombang Kelvin, serta kondisi kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer yang labil menjadi faktor pendukung utama terjadinya hujan sedang hingga sangat lebat.
Oleh karena itu, potensi ini tetap perlu diwaspadai secara serius,” jelasnya.
Secara umum, cuaca di wilayah Sumatera Utara selama periode tersebut diperkirakan didominasi oleh hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
BMKG mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi terdampak signifikan, antara lain Kabupaten Langkat, Kota Medan, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di wilayah dataran tinggi dan pesisir barat Sumut, seperti Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Kota Sibolga.
Selain itu, hujan dengan intensitas tinggi juga berpeluang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Padang Lawas Utara.
Wilayah lain yang turut masuk dalam daftar kewaspadaan BMKG meliputi Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Samosir, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Toba, serta seluruh kawasan Kepulauan Nias, termasuk Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna meminimalkan risiko terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.
Masyarakat di daerah rawan longsor dan banjir diminta lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah atau melakukan perjalanan.
“BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mampu mengambil langkah antisipatif sehingga aktivitas harian tetap dapat berlangsung secara aman dan lancar.
Kami juga menekankan pentingnya merujuk pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Putri.
BMKG juga mendorong para kepala daerah di Sumatera Utara untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur TNI dan Polri di wilayah masing-masing.
Langkah ini dinilai krusial guna memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dengan meningkatnya intensitas dan sebaran hujan di berbagai wilayah, BMKG berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mengambil peran aktif dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, demi menjaga keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id | Ramlan)









