Morowali Utara, mediapatriot.co.id – Peta kekuatan politik di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Morowali Utara perlahan mulai bergerak. Masuknya H. Akbar, ST, atau yang akrab disapa Haji Akbar, ke gelanggang politik lokal, sekaligus didapuk sebagai Ketua DPD PAN Morowali Utara (Morut), dinilai berpotensi mengubah komposisi kekuatan di dapil yang selama ini dikenal dengan sebutan dapil neraka.
Haji Akbar bukan nama baru di dunia usaha. Usianya relatif muda, mapan secara ekonomi, dan dikenal sebagai pemilik PT Ewako Bangun Perkasa. Modal sosial dan finansial yang ia miliki menjadi kombinasi yang kerap menentukan dalam pertarungan politik elektoral, khususnya di dapil dengan karakter kompetisi tinggi seperti Petasia Bersaudara.
Menjelang tahun politik 2026 yang meski bukan tahun pemilu serentak, namun sarat dengan dinamika politik nasional dan daerah, nama Haji Akbar mulai menguat. Tahun 2026 sendiri akan diwarnai pembahasan intensif revisi Undang-Undang Pemilu, konsolidasi partai, hingga penguatan mesin politik menuju Pemilu 2029. Dalam konteks lokal, fase ini sering menjadi titik awal munculnya figur-figur baru yang siap menantang dominasi lama.
Dapil 1 Morowali Utara yang meliputi Kecamatan Petasia, Petasia Timur, dan Petasia Barat dikenal sebagai “arena berat”. Di dapil ini, politisi bukan hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga kekuatan jaringan, finansial, serta basis pendukung yang solid. Tak heran jika dapil ini kerap disebut sebagai kandangnya para “petarung politik”.
Saat ini, sepuluh kursi DPRD Morowali Utara dari Dapil 1 diisi oleh nama-nama besar lintas partai: Golkar dengan tiga kursi, Hanura dua kursi, disusul NasDem, Gerindra, Demokrat, PKS, dan PKB masing-masing satu kursi.
Namun, dari analisa media, masuknya Haji Akbar berpotensi menggeser peta tersebut. Setidaknya, tiga kursi yang saat ini diisi oleh Demokrat, PKS, dan PKB dinilai berada pada posisi paling rawan jika PAN berhasil memaksimalkan figur Haji Akbar sebagai magnet suara baru.
Faktor pembeda Haji Akbar bukan semata statusnya sebagai ketua partai, tetapi kombinasi antara kekuatan finansial, jejaring bisnis, serta potensi basis pemilih baru yang selama ini belum sepenuhnya terafiliasi kuat dengan partai-partai lama. Jika dikelola dengan strategi yang tepat, PAN Morut bisa saja menjelma menjadi kuda hitam di dapil yang selama ini didominasi pemain lama.
Apakah kursi di Dapil 1 benar-benar akan bergeser? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang mulai terasa: kehadiran Haji Akbar telah membuat persaingan di Petasia Bersaudara kembali memanas, dan para incumbent tampaknya tak bisa lagi sepenuhnya berada di zona nyaman.










