Jum’at | 19 Desember 2025 | Pukul | 11:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Di tengah dinamika global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi dunia, serta fluktuasi harga komoditas, perekonomian nasional Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid hingga penghujung tahun 2025.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga kuat, ditopang oleh kebijakan fiskal yang kredibel, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang menekankan bahwa belanja negara dan penerimaan negara terus dioptimalkan secara seimbang guna memastikan ruang fiskal tetap sehat, berkelanjutan, serta mampu merespons berbagai risiko ekonomi dan bencana alam yang terjadi di dalam negeri.
“Di penghujung 2025, ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang solid.
Kebijakan fiskal kita dirancang tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan, tetapi juga menjaga stabilitas dan keberlanjutan,” ujar Purbaya dalam keterangannya.
Belanja Negara Berkualitas, Penerimaan Terus Diperkuat
Kemenkeu mencatat bahwa belanja negara diarahkan semakin berkualitas, dengan fokus pada sektor-sektor prioritas yang memiliki efek pengganda tinggi terhadap perekonomian, seperti infrastruktur dasar, perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.
Di sisi lain, penerimaan negara terus diperkuat melalui reformasi perpajakan dan kepabeanan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Langkah ini menjadi krusial untuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan dan perlindungan masyarakat.
Kemenkeu menegaskan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap berpijak pada prinsip counter-cyclical, yakni hadir sebagai penyangga ketika ekonomi menghadapi tekanan, namun tetap disiplin dalam menjaga kesinambungan fiskal jangka panjang.
UangKita Didorong Hadir untuk Kemanusiaan dan Rekonstruksi Bencana
Salah satu fokus utama pengelolaan keuangan negara pada tahun 2025 adalah penanganan dan rekonstruksi bencana alam, khususnya di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak banjir, longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Melalui skema UangKita, pemerintah memastikan bahwa APBN benar-benar hadir untuk rakyat, tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai alat solidaritas nasional.
Dana negara dialokasikan untuk:
Penanganan darurat bencana dan bantuan kemanusiaan
Rehabilitasi infrastruktur publik yang rusak
Rekonstruksi permukiman warga terdampak
Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat
“APBN bekerja nyata.
UangKita digunakan secara terukur dan akuntabel untuk memastikan masyarakat terdampak bencana dapat bangkit kembali dengan cepat dan bermartabat,” tegas Purbaya.
Menjaga Kepercayaan Publik dan Investor
Kemenkeu menilai bahwa kepercayaan pasar dan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga, tercermin dari stabilitas nilai tukar, terkendalinya inflasi, serta keberlanjutan investasi domestik dan asing.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi erat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil, serta komitmen pemerintah dalam menjaga tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel.
APBN sebagai Instrumen Pembangunan Berkelanjutan
Di tengah tantangan global yang terus berkembang, pemerintah menegaskan bahwa APBN bukan sekadar dokumen anggaran, melainkan instrumen strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat keadilan sosial, dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Kemenkeu mengajak masyarakat untuk terus mengikuti dan mengawasi kinerja UangKita, sebagai bentuk partisipasi publik dalam memastikan keuangan negara dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“APBN adalah milik bersama. Transparansi dan kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam menjaga ekonomi Indonesia tetap tangguh,” pungkas Purbaya.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)










