Kamis | 25 Desember 2025 | Pukul | 15:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Sumatera Utara | Berita Terkini — Mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta seluruh elemen bangsa untuk menghentikan politisasi terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.
Ia menilai, sikap saling menyalahkan atas kekurangan penanganan awal justru berpotensi memperlambat proses pemulihan dan mengabaikan penderitaan masyarakat terdampak.
“Tidak ada penanganan bencana yang sempurna. Namun mempolitisir musibah adalah tindakan yang tidak bijak. Yang paling dirugikan adalah rakyat.
Saat ini yang dibutuhkan adalah empati, kerja sama, dan fokus memperbaiki keadaan,” ujar Edy Rahmayadi kepada wartawan, Rabu (24/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan Edy di tengah situasi darurat yang masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah, mulai dari Kabupaten Langkat, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, hingga Aceh Tamiang.
Banjir dan longsor tidak hanya merusak infrastruktur dan permukiman warga, tetapi juga memutus mata pencaharian ribuan kepala keluarga.
Bencana sebagai Cermin Krisis Lingkungan
Lebih jauh, Edy Rahmayadi menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang berulang tidak dapat semata-mata dilihat sebagai peristiwa alam biasa.
Ia menyoroti kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang semakin parah sebagai faktor struktural utama penyebab banjir dan longsor di Sumatera.
“Kerusakan hutan dan DAS ini bukan persoalan satu atau dua tahun.
Pemulihannya bisa memakan waktu puluhan tahun.
Karena itu, bencana harus kita jadikan cermin untuk berbenah, bukan alat untuk saling menyerang,” tegasnya.
Menurut Edy, pendekatan penanganan bencana seharusnya tidak berhenti pada respons darurat, tetapi dilanjutkan dengan kebijakan jangka panjang yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan, penegakan hukum terhadap perusakan alam, serta perencanaan tata ruang yang berkeadilan.
Aksi Nyata: Bantuan Kemanusiaan Disalurkan
Di luar pernyataan sikap, Edy Rahmayadi yang juga menjabat sebagai Pembina Sumut Bermartabat Foundation menunjukkan komitmen kemanusiaan melalui aksi nyata.
Bersama tim relawan, ia menyalurkan ribuan bantuan logistik ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor.
Bantuan tersebut meliputi beras, sembako, roti, air mineral, makanan siap saji, serta susu dan kebutuhan bayi.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan prioritas kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, tetapi kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Edy.
Pesan Moral dan Solidaritas Sosial
Selain bantuan materi, Edy Rahmayadi juga menyampaikan pesan moral kepada para penyintas agar tetap tabah menghadapi cobaan.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan bencana sebagai pelajaran kolektif dalam menjaga lingkungan, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan solidaritas sosial lintas daerah dan latar belakang.
“Musibah ini mengajarkan kita bahwa alam tidak bisa dieksploitasi tanpa batas. Persaudaraan dan kepedulian sosial adalah kekuatan utama bangsa ini untuk bangkit,” katanya.
Seruan untuk Semua Pihak
Menutup pernyataannya, Edy mengajak pemerintah, tokoh politik, masyarakat sipil, dan media untuk memainkan peran konstruktif dalam situasi bencana.
Ia menekankan pentingnya narasi yang menenangkan, informatif, dan solutif, bukan provokatif.
“Bencana adalah urusan kemanusiaan. Mari kita letakkan kepentingan rakyat di atas segalanya, di atas kepentingan politik apa pun,” pungkasnya.
Dengan seruan tersebut, Edy Rahmayadi berharap proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan, demi keselamatan serta kesejahteraan masyarakat di masa depan.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id | Ramlan)










