Jum’at | 26 Desember 2025 | Pukul | 07:40 |WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Indonesia | Berita Terkini – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi keuangan dan struktur permodalan grup usaha. Emiten energi milik Grup Bakrie ini menambah modal pada entitas sub-holding, PT Tunas Harapan Perkasa (THP), senilai Rp250,32 miliar melalui mekanisme konversi utang menjadi penyertaan saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan pada Rabu, 24 Desember 2025, penambahan modal tersebut dilakukan dengan penerbitan 250.320 saham baru THP, masing-masing bernilai nominal Rp1 juta per saham.
Utang THP kepada ENRG dikonversi penuh menjadi ekuitas, sehingga secara langsung meningkatkan porsi kepemilikan induk usaha.
“Setelah pelaksanaan konversi utang tersebut, PT Energi Mega Persada Tbk akan menjadi pemegang saham dengan total nilai kepemilikan mencapai Rp3,62 triliun,” demikian pernyataan Direksi PT Tunas Harapan Perkasa dalam pengumuman resminya.
Dengan aksi korporasi ini, ENRG kini tercatat memiliki 3,62 juta lembar saham THP. Manajemen menegaskan bahwa kebijakan konversi utang menjadi saham merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat struktur modal, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mengoptimalkan pengelolaan aset di tingkat sub-holding.
Konsolidasi Internal dan Efisiensi Keuangan
Langkah ini mencerminkan pendekatan
konsolidatif ENRG dalam mengelola entitas anak, khususnya yang berperan sebagai holding investasi.
THP sendiri merupakan perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 16 tertanggal 8 Agustus 2005, dengan kegiatan usaha di bidang holding, pertambangan, dan minyak bumi.
Saat ini, THP tidak menjalankan aktivitas operasional secara langsung. Namun, posisinya dinilai strategis dalam menopang struktur kepemilikan dan pengelolaan aset energi di lingkungan Grup Energi Mega Persada.
Dari perspektif tata kelola perusahaan, konversi utang menjadi ekuitas juga berpotensi menurunkan beban kewajiban antarperusahaan, sekaligus memperbaiki rasio keuangan konsolidasi.
Langkah ini dinilai sejalan dengan praktik korporasi yang prudent di tengah dinamika industri migas dan kebutuhan pembiayaan ekspansi jangka menengah.
Prospek Saham ENRG Kian Menguat
Aksi korporasi tersebut terjadi di tengah sentimen positif terhadap prospek saham ENRG. Samuel Sekuritas Indonesia, dalam riset yang dirilis pada 16 Desember 2025, merevisi naik target harga saham ENRG menjadi Rp2.300 per saham, mencerminkan optimisme terhadap pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Revisi tersebut didasarkan pada percepatan ekspansi aset gas ENRG, khususnya di Wilayah Kerja Bentu, Riau.
Kunjungan lapangan analis ke sejumlah fasilitas strategis—mulai dari Segat Gas Plant 1 dan 2, lokasi pengeboran North Segat-16, hingga pembangunan fasilitas kondensat—menunjukkan progres pengembangan yang dinilai signifikan.
Pada sisi produksi, ENRG menargetkan peningkatan produksi gas menjadi 86–90 juta kaki kubik per hari (MMscfd) pada 2026, naik dari sekitar 78 MMscfd saat ini.
Kenaikan tersebut akan ditopang oleh aktivitas pengeboran berkelanjutan dan penguatan infrastruktur penunjang.
Temuan Gas Baru dan Ekspansi Agresif
Tak hanya di Sumatra, ENRG juga mencatat temuan gas yang dinilai prospektif di Formasi Tacipi, Lapangan East Walanga, melalui sumur eksplorasi EWL-1 di bawah Kontrak Kerja Sama Sengkang, Sulawesi Selatan.
Temuan ini memiliki Absolute Open Flow (AOF) sebesar 120 MMscfd dengan proyeksi produksi komersial pada 2027.
Saat ini, laju produksi awal berada pada kisaran 25–36 MMscfd, sementara volume produksi komersial akan ditetapkan bersama SKK Migas melalui proses persetujuan rencana pengembangan (Plan of Development/POD).
Tambahan pengeboran lanjutan
dijadwalkan mulai 2026 untuk menguji potensi peningkatan cadangan, dari estimasi awal 0,2 TCF menjadi 0,5 TCF atau lebih.
Untuk mendukung agenda ekspansi tersebut, ENRG menyiapkan belanja modal (capex) sekitar 30 juta dolar AS pada periode 2026–2027.
Dana tersebut akan dialokasikan untuk satu sumur appraisal, tiga sumur pengembangan, serta pembangunan infrastruktur pipa menuju fasilitas Walanga dengan estimasi biaya sekitar 10 juta dolar AS.
Pembiayaan dan Keyakinan Pasar
Di sisi pendanaan, perseroan juga mengandalkan penerbitan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi I Tahap I/2025 senilai Rp500 miliar, bagian dari rencana total penerbitan obligasi hingga Rp4 triliun.
Obligasi tersebut menawarkan tenor 1, 3, dan 5 tahun, serta telah mengantongi peringkat idA+ dari Pefindo, mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
Samuel Sekuritas mencatat bahwa peningkatan target harga ENRG turut dipengaruhi oleh revisi naik proyeksi laba bersih 2027 sebesar 54,1%, seiring kontribusi temuan gas baru dan ekspansi eksplorasi.
Bahkan, potensi masuknya saham ENRG ke dalam indeks MSCI turut menjadi katalis positif yang diperhitungkan investor.
Arah Strategis yang Konsisten
Penambahan modal di THP melalui konversi utang menjadi saham mempertegas arah strategis ENRG dalam membangun struktur keuangan yang lebih solid, adaptif, dan siap menopang ekspansi bisnis migas nasional.
Di tengah tantangan industri energi global, langkah ini mencerminkan upaya konsisten perseroan untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)









