Mujensu Nawangan Menjadi Sasaran Pos Pantau Nataru Pengamanan TNI Polri Wilayah Pacitan

Judul Halaman
%%footer%%

mediapatriot.co.id  Pacitan – Dalam rangka menjaga keamanan aset negara sekaligus mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), TNI dan Polri bersama instansi terkait melaksanakan pengamanan terpadu di kawasan wisata Mujensu atau Monumen Jenderal Soedirman. Pos Pengamanan (Pos PAM) Nataru tersebut berada di area Monumen Jenderal Soedirman, Desa Pakis, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jumat (26/12/2025).
Pengamanan ini dilaksanakan oleh Babinsa Koramil 0801/05 Nawangan bersama unsur Polsek Nawangan serta instansi pendukung lainnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI–Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang

memanfaatkan masa libur Nataru untuk berwisata, khususnya ke destinasi bersejarah yang menjadi kebanggaan Kabupaten Pacitan.
Monumen Jenderal Soedirman sendiri merupakan salah satu objek wisata sejarah unggulan di wilayah Pacitan. Monumen ini dibangun untuk mengenang perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam memimpin perang gerilya melawan Belanda pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia. Nilai historis yang tinggi menjadikan Mujensu bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung


Di kawasan monumen tersebut berdiri patung Jenderal Soedirman setinggi kurang lebih 8 meter yang berada di atas bukit. Patung ini menjadi ikon utama Mujensu dan dapat terlihat dari kejauhan. Selain itu, terdapat 38 relief yang mengelilingi area monumen, menggambarkan perjalanan hidup, perjuangan, serta keteladanan Jenderal Soedirman sebagai panglima besar TNI pertama yang dikenal gigih, sederhana, dan berjiwa patriot.
Untuk mencapai lokasi patung utama, pengunjung harus menaiki total 70 anak tangga yang terbagi menjadi tiga bagian, yakni 45, 8, dan 17 anak tangga. Jumlah tersebut memiliki makna simbolis yang melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Keunikan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Selain patung dan relief, di kawasan Mujensu juga terdapat rumah yang pernah digunakan sebagai markas gerilya Jenderal Soedirman selama kurang lebih tiga bulan. Bangunan bersejarah tersebut kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai informasi dan dokumentasi perjuangan Jenderal Soedirman, sehingga semakin memperkuat nilai edukasi kawasan wisata ini.
Anggota Koramil 0801/05 Nawangan, Pelda Zainal Mustofa, menyampaikan bahwa pengamanan gabungan TNI–Polri dan instansi terkait dilakukan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian Monumen Jenderal Soedirman sebagai aset negara yang sangat berharga. Menurutnya, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah tersebut.


“Kehadiran kami di sini bersama Polri dan instansi terkait adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Monumen Jenderal Soedirman ini merupakan aset negara yang harus kita jaga bersama-sama,” ujar Pelda Zainal Mustofa.
Selain melakukan pengamanan, petugas di Pos PAM juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat yang berkunjung ke Mujensu. Edukasi tersebut meliputi imbauan agar pengunjung selalu berhati-hati saat berada di area monumen, terutama di jalur tangga, serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan wisata.
“Kami juga mengimbau kepada para pengunjung agar tetap menjaga kebersihan, tidak merusak fasilitas yang ada, dan selalu waspada demi keselamatan bersama, sehingga wisata Mujensu tetap nyaman dan lestari,” tambahnya.
Pelda Zainal Mustofa juga menjelaskan bahwa sejak dimulainya libur Nataru, jumlah pengunjung ke Monumen Jenderal Soedirman terpantau cukup meningkat. Wisatawan tidak hanya datang dari wilayah Pacitan, tetapi juga dari luar daerah, sehingga diperlukan kesiapsiagaan ekstra dari petugas pengamanan.
“Kami selalu siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kami inginkan, terutama saat terjadi lonjakan pengunjung,” tegasnya.
Pengamanan gabungan di Pos PAM Mujensu ini melibatkan berbagai unsur, antara lain anggota Koramil 0801/05 Nawangan, Polsek Nawangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Linmas setempat. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026 di wilayah Pacitan, khususnya di objek wisata bersejarah Monumen Jenderal Soedirman.

Reporter: S Diran / mediapatriot.co.id Perwakilan Jawa Timur


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>





Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan