Sabtu | 27 Desember 2025 | Pukul | 17:30 | WIB
MediaPatriot.co.id | Rokan Hulu | Riau |Berita Terkini –Sektor hulu minyak dan gas bumi nasional kembali mencatatkan capaian strategis.
Lapangan Pendalian di Blok West Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, berhasil membuktikan bahwa lapangan migas tua masih menyimpan potensi signifikan apabila dikelola secara profesional, efisien, dan berbasis inovasi teknologi.
Capaian tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Djoko Siswanto, ke wilayah operasi Blok West Kampar pada Selasa (23/12/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Djoko memberikan apresiasi tinggi kepada operator blok, PT APG Westkampar Indonesia (APGWI), atas keberhasilannya meningkatkan produksi minyak hingga menembus angka lebih dari 1.000 barel minyak per hari (BOPD).
Angka ini mencerminkan lonjakan produksi yang sangat signifikan. Saat pertama kali dikelola APGWI pada Januari 2023, Lapangan Pendalian hanya mampu memproduksi sekitar 200 BOPD.
Artinya, dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, terjadi peningkatan produksi hingga lima kali lipat—sebuah capaian yang jarang terjadi pada lapangan migas yang telah lama beroperasi.
“Peningkatan produksi Lapangan Pendalian hingga melampaui 1.000 BOPD merupakan capaian yang patut diapresiasi.
Ini menjadi bukti bahwa lapangan migas eksisting masih dapat berkontribusi besar terhadap target produksi nasional apabila dikelola dengan pendekatan yang tepat, efisien, dan inovatif,” ujar Djoko Siswanto di sela kunjungan lapangan.
Revitalisasi Lapangan Tua, Pilar Ketahanan Energi
Keberhasilan APGWI dinilai sejalan dengan strategi nasional hulu migas yang menempatkan optimalisasi lapangan eksisting sebagai salah satu tulang punggung pencapaian target produksi minyak nasional.
Di tengah tantangan eksplorasi lapangan baru yang berbiaya tinggi dan berisiko besar, revitalisasi lapangan tua menjadi solusi rasional dan berkelanjutan.
Djoko menegaskan bahwa SKK Migas terus mendorong kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) untuk melakukan inovasi dalam pengelolaan aset migas, termasuk peningkatan keandalan fasilitas, efisiensi operasi, serta penerapan standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.
“Transformasi Lapangan Pendalian menunjukkan bahwa dengan manajemen yang disiplin, penerapan teknologi yang tepat guna, serta komitmen terhadap aspek HSE, lapangan tua tetap dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara,” tegasnya.
Strategi Operasi Efisien dan Berbasis Teknologi
Direktur Utama PT APG Westkampar Indonesia, Adi Prasetyana, menjelaskan bahwa lonjakan produksi tidak dicapai secara instan, melainkan melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap kondisi lapangan dan sumur-sumur produksi yang ada.
“Fokus utama kami adalah melakukan reaktivasi dan optimalisasi sumur eksisting, disertai peningkatan keandalan fasilitas produksi.
Saat ini total sumur yang dikelola APGWI berjumlah 12 sumur, dan seluruhnya diupayakan agar berproduksi secara optimal,” ungkap Adi.
Menurutnya, pendekatan teknis yang diterapkan APGWI mengedepankan efisiensi operasi tanpa mengesampingkan aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.
Hal ini menjadi prinsip utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasi migas di wilayah Riau.
Adi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta SKK Migas yang dinilai berperan penting dalam menciptakan iklim operasi yang kondusif bagi pengembangan Blok West Kampar.
Komitmen Jaga Tren Positif Produksi
Ke depan, APGWI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tren positif produksi melalui program pengembangan lanjutan, perawatan sumur berkelanjutan, serta penerapan inovasi teknologi yang adaptif terhadap karakteristik lapangan.
Sebagai perusahaan minyak nasional yang beroperasi di wilayah “Bumi Lancang Kuning”, keberhasilan APGWI di Blok West Kampar menjadi simbol optimisme baru bagi industri hulu migas nasional.
Capaian ini sekaligus memperkuat harapan bahwa target produksi minyak nasional dapat dicapai melalui optimalisasi aset yang telah ada.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, SKK Migas, dan pelaku usaha, transformasi lapangan tua seperti Pendalian di Blok West Kampar diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, guna memperkokoh ketahanan energi nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)

