Rabu | 31 Desember 2025 | Pukul | 08:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Aceh Tengah | Berita Terkini – Aktivitas vulkanik Gunung Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, mengalami peningkatan signifikan pada penghujung tahun 2025.
Berdasarkan laporan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status gunung api tersebut resmi dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), Rabu (31/12/2025).
Menyikapi perkembangan tersebut, pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan kebencanaan mulai melakukan langkah-langkah mitigasi dini, termasuk evakuasi terbatas warga yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) radius terdekat dari kawah aktif.
Peningkatan Aktivitas Seismik dan Emisi Gas Vulkanik
BMKG mencatat adanya peningkatan aktivitas seismik berupa gempa vulkanik dangkal dan dalam yang terjadi secara fluktuatif sejak beberapa hari terakhir.
Selain itu, PVMBG juga melaporkan peningkatan emisi gas belerang yang terpantau dari kawah utama Gunung Burni Telong, disertai perubahan visual berupa hembusan asap tipis berwarna kelabu dengan intensitas sedang.
“Peningkatan ini mengindikasikan adanya pergerakan fluida dan tekanan magma di bawah permukaan.
Walaupun belum menunjukkan potensi erupsi besar dalam waktu dekat, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas di zona berbahaya,” ujar salah satu analis PVMBG dalam keterangan resminya.
Warga Mulai Diungsikan ke Lokasi Aman
Sebagai langkah antisipatif, BPBD Kabupaten Bener Meriah mulai mengevakuasi warga dari beberapa kampung yang berada dalam radius rawan.
Proses pengungsian dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, dengan mengutamakan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Tempat pengungsian sementara telah disiapkan di sejumlah fasilitas umum, termasuk gedung sekolah dan balai desa, dengan dukungan logistik dasar, layanan kesehatan, serta dapur umum.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan warga adalah prioritas utama.
Pengungsian ini bersifat sementara sambil menunggu perkembangan aktivitas gunung,” tegas Kepala BPBD setempat.
Aparat Siaga, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Aparat keamanan bersama relawan terus disiagakan untuk memastikan kelancaran evakuasi, pengamanan wilayah kosong, serta distribusi bantuan kepada pengungsi.
Pemerintah daerah juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG dan PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, mengikuti arahan resmi pemerintah, serta menghindari area sekitar kawah dalam radius yang telah ditentukan.
Aktivitas pendakian Gunung Burni Telong untuk sementara waktu dihentikan hingga situasi dinyatakan aman.
Penutup Tahun dengan Kesiapsiagaan Kolektif
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan kolektif menghadapi potensi bencana alam, khususnya di wilayah yang berada pada jalur cincin api (Ring of Fire).
Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Hingga berita ini diturunkan, pemantauan intensif terus dilakukan selama 24 jam.
Pemerintah memastikan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala sesuai perkembangan terbaru aktivitas Gunung Burni Telong.
(Redaksi | Mediapstriot.co.id)
