Banjir–Longsor Lumpuhkan Langkat, Muhammadiyah Hadir Tanpa Henti: Dari Tanggap Darurat hingga Pemulihan Berkelanjutan

Kamis | 01 Januari 2026 | Pukul | 10:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Langkat, Sumatera Utara | Berita Terkini — Bencana hidrometeorologi kembali menorehkan duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Langkat.

Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah ini sejak 19 November 2025 memicu banjir besar dan tanah longsor di berbagai kecamatan.

Puncak bencana terjadi pada 25 November 2025, dengan dampak meluas hingga 20 kecamatan dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Data sementara mencatat 14 orang meninggal dunia, sementara 87.950 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terendam banjir, hanyut, atau berada di zona rawan longsor.

Ribuan rumah warga terdampak, ratusan fasilitas umum—mulai dari rumah ibadah hingga sekolah—mengalami kerusakan, puluhan ruas jalan dan jembatan terputus, serta puluhan ribu hektare lahan pertanian terendam.

Aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pun nyaris berhenti total.

Di tengah situasi darurat tersebut, Muhammadiyah Kabupaten Langkat tampil sebagai salah satu elemen masyarakat sipil yang bergerak cepat dan konsisten.

Melalui sinergi Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lazismu, unsur cabang dan ranting, organisasi otonom (Ortom), serta Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), bantuan kemanusiaan digerakkan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Sejak hari-hari awal bencana, tim Muhammadiyah telah turun langsung ke lapangan.

Layanan tanggap darurat digelar secara komprehensif, mencakup tim medis, dukungan psikososial, distribusi logistik, dapur umum, hingga layanan Water, Sanitation, and Hygiene (WASH).

Ribuan penyintas telah menerima pemeriksaan dan pengobatan, bantuan sembako, pakaian layak pakai, serta pendampingan psikologis—terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.

“Respons kemanusiaan ini tidak berhenti pada fase darurat semata. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan,” ujar salah satu relawan MDMC Langkat di lokasi posko.

Namun demikian, kebutuhan mendesak masih sangat besar.

Hingga kini, warga terdampak masih memerlukan air bersih, obat-obatan, hunian sementara, alas tidur, serta perlengkapan kebersihan.

Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu terus membuka ruang partisipasi publik, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita di Langkat.

Posko bantuan Muhammadiyah saat ini berpusat di Jalan Palang Merah, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, dan beroperasi selama 24 jam untuk melayani kebutuhan darurat warga terdampak.

Besitang Terparah: Ratusan Rumah Hanyut dan Longsor

Salah satu wilayah dengan dampak paling signifikan adalah Kecamatan Besitang.

Banjir besar yang terjadi pada tahun 2025 di kecamatan ini tidak hanya menyebabkan genangan luas, tetapi juga memicu rumah hanyut dan tanah longsor di sejumlah desa.

Berdasarkan pendataan sementara hasil kolaborasi BPBD, MDMC, Lazismu, dan pihak terkait lainnya, tercatat 9 desa/kelurahan terdampak,

Yakni: Pekan Besitang, Bukit Kubu, Kampung Lama, Suka Jaya, Halaban, Bukit Selamat, Bukit Mas, Sekoci, dan PIR ADB Besitang.

Kerusakan terberat berupa rumah hanyut dan longsor dengan rincian:

Rumah hanyut: 151 unit
Rumah terdampak longsor: 16 unit
Desa Sekoci menjadi wilayah dengan jumlah rumah hanyut terbanyak (55 unit), disusul Desa Kampung Lama (52 unit) dan Desa Bukit Kubu (20 unit).

Selain itu, banjir juga menyebabkan 2.339 unit rumah mengalami kerusakan dengan klasifikasi:

Rusak berat: 671 unit
Rusak sedang: 1.001 unit
Rusak ringan: 660 unit

Kerusakan paling masif terjadi di wilayah padat penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan banjir.

Mendesak:
Hunian Sementara dan Mitigasi Jangka Panjang
Skala kerusakan yang terjadi menunjukkan bahwa penanganan bencana di Langkat—khususnya di Kecamatan Besitang—tidak dapat berhenti pada fase tanggap darurat.

Dibutuhkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana, penyediaan hunian sementara yang layak, serta penguatan mitigasi bencana untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.

Pendampingan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak juga menjadi kebutuhan krusial agar warga dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara bermartabat.

Data sementara ini diharapkan menjadi dasar koordinasi lintas sektor—antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat—dalam merumuskan kebijakan penanganan darurat, pemulihan berkelanjutan, serta pengurangan risiko bencana di Kabupaten Langkat.

Di tengah keterbatasan dan duka, semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan kembali menemukan momentumnya.

Muhammadiyah Langkat, dengan kerja-kerja sunyi namun nyata, menegaskan bahwa kehadiran organisasi masyarakat sipil bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan kekuatan riil dalam menjaga martabat kemanusiaan di saat krisis melanda.

(Ramlan | Mediapatriot.co.id | Kabiro Langkat)

(Sumber: mediapatriot.co.id)

IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id