Jum’at | 02 Januari 2026 | Pukul | 19:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Babussalam | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Madrasah Besar Babussalam kembali menjadi ruang pertemuan penuh makna yang mempertautkan keilmuan, spiritualitas, dan ukhuwah Islamiyah lintas batas negara. Dalam suasana yang sarat adab dan kekhusyukan, Tuan Guru Babussalam, Syeikh Dr. H. Zikmal Fuad, MA, menerima kunjungan silaturahmi dari ulama ternama Negeri Jiran Malaysia, Tuan Guru Syeikh Haji Mohd Faizal An-Naqshabandi al-Kholidi al-Kurdi al-Uwaisi.
Kunjungan kehormatan tersebut turut didampingi oleh Tuan Prof. Dr. Abd Rahman, bersama para khalifah serta jamaah Tarekat Naqsyabandiah, yang bersama-sama menghadiri majelis silaturahmi dalam suasana sederhana namun mendalam secara ruhani.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang temu kangen antar-ulama, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat jaringan sanad keilmuan dan spiritual yang bersumber dari tradisi Islam yang mu’tabar.
Sejak awal hingga akhir, majelis berlangsung dalam atmosfer penuh keteduhan.
Para ulama, khalifah, dan jamaah duduk bersama dalam satu lingkaran majelis, mencerminkan kesetaraan ruhani serta persatuan hati dalam menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tidak ada sekat formalitas yang berlebihan; yang tampak justru ketulusan,
kesederhanaan, dan keikhlasan yang menjadi ciri khas tradisi ulama Ahlussunnah wal Jamaah.
Silaturahmi ini menjadi simbol kuat terjalinnya hubungan ruhani lintas negara antara Babussalam dan Negeri Jiran Malaysia.
Ia menjadi jembatan yang menautkan sanad tarekat, mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga kesinambungan dakwah yang berlandaskan ilmu, adab, dan akhlak.
Dalam kesempatan tersebut, Syeikh Dr. H. Zikmal Fuad, MA memperkenalkan Kampung Babussalam sebagai sebuah kampung ruhani—sebuah ruang hidup yang tumbuh dan berkembang dengan nilai-nilai keilmuan,
ibadah, dan tradisi suluk yang telah mengakar kuat.
Menurut beliau, Babussalam tidak semata-mata dipahami sebagai wilayah geografis, melainkan sebagai pusat pembinaan jiwa, pendidikan adab, dan tempat bertemunya para salik yang menempuh jalan menuju Allah SWT melalui tarekat yang sahih dan bersambung sanadnya.
“Babussalam adalah ruang pengabdian dan pembinaan ruhani. Di sinilah ilmu, ibadah, dan akhlak dipadukan dalam satu tarikan nafas perjuangan,” ujar beliau dalam pemaparan yang disimak dengan penuh perhatian oleh para hadirin.
Pada kesempatan yang sama, Tuan Guru Babussalam juga menyinggung perjalanan hidup dan pengabdian akademiknya, termasuk pengalaman selama kurang lebih sepuluh tahun mengabdi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Malaysia.
Masa pengabdian tersebut disebut sebagai fase penting dalam perjalanan keilmuan dan dakwah beliau, yang tidak hanya memperkaya perspektif akademik, tetapi juga memperluas jejaring keilmuan internasional.
Pengalaman lintas negara itu, menurut beliau, menjadi bekal berharga dalam membangun dan mengembangkan Babussalam sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan spiritual yang inklusif.
Babussalam kini terbuka bagi jamaah dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri, yang memiliki kesamaan visi dalam menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui jalan tasawuf yang berlandaskan syariat.
Silaturahmi ulama Nusantara ini juga menegaskan pentingnya peran ulama sebagai penjaga moral umat, penyambung sanad keilmuan, serta penyejuk di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan umat Islam terletak pada persatuan hati, kedalaman ilmu, dan keteguhan spiritual.
Di akhir majelis, para hadirin memanjatkan doa agar silaturahmi ini membawa keberkahan, memperkokoh persaudaraan umat Islam, serta menjadi wasilah bertambahnya cahaya ilmu, keteguhan iman, dan keberlanjutan dakwah yang penuh rahmat bagi seluruh jamaah.
Pertemuan di Babussalam ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, tetapi juga menjadi catatan penting dalam khazanah persaudaraan ulama Nusantara—bahwa di tengah perbedaan geografis, umat Islam tetap disatukan oleh iman, ilmu, dan adab.
(Ramlan | Mediapatriot.co.id | Kabiro Langkat)










Komentar