Jakarta, 3 Januari 2026 — Seminar Natal Nasional 2025 kembali menjadi ruang refleksi dan dialog strategis tentang pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, khususnya di kawasan metropolitan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta ini merupakan puncak rangkaian seminar yang telah digelar di sembilan kota besar di Indonesia.
Mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, seminar ini menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter, nilai kebangsaan, serta ketahanan sosial masyarakat.
Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menekankan bahwa penguatan keluarga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, tokoh agama, maupun elemen masyarakat sipil. Menurutnya, keluarga yang sehat dan harmonis akan melahirkan generasi yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial tinggi.
Sejumlah tokoh nasional turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Ph.D. Para pembicara membahas berbagai isu strategis, mulai dari tantangan pengasuhan anak di era digital hingga pentingnya membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.
Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengapresiasi Seminar Natal Nasional yang dinilainya selaras dengan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat ketahanan sosial berbasis keluarga.
“Keluarga adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kasih terus ditanamkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung setiap inisiatif yang mendorong keluarga menjadi lebih kuat dan harmonis,” ujar Ali Maulana Hakim.
Dari sisi pelayanan rohani, Pdt. Arnold, Gembala Jemaat GBI Rawasari, menilai seminar ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai iman dalam kehidupan keluarga.
“Natal adalah kesempatan untuk memperkuat mezbah keluarga. Melalui seminar ini, setiap keluarga diingatkan untuk menghadirkan kasih Kristus dalam keseharian, sehingga keluarga menjadi sumber pengharapan dan kekuatan bagi lingkungan sekitar,” ungkap Pdt. Arnold.
Sementara itu, Relawan Gerindra, Ibu Monica, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seminar Natal Nasional yang dinilai membawa pesan persatuan dan kepedulian sosial lintas golongan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat kebangsaan dan kepedulian terhadap keluarga dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan. Kami sebagai relawan melihat seminar ini sebagai bentuk nyata kontribusi masyarakat dalam menjaga persatuan dan memperkuat sendi-sendi sosial bangsa,” kata Ibu Monica.
Ia menambahkan bahwa keluarga yang kuat akan menjadi benteng pertama dalam menjaga nilai toleransi, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama di tengah masyarakat yang majemuk.
Seminar ini juga dirangkai dengan sesi dialog interaktif dan talkshow lintas disiplin yang menghadirkan akademisi, tokoh agama, serta praktisi sosial. Diskusi tersebut memperkaya perspektif peserta mengenai pentingnya sinergi antara iman, pendidikan, dan peran komunitas dalam membangun keluarga yang tangguh.
Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 yang telah berlangsung sejak Desember di berbagai wilayah Indonesia ini direncanakan akan ditutup secara resmi pada akhir Januari 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH), Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat keluarga sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
(Red Irwan Hasiholan)
