Tegal – Sebanyak 22 mahasiswa dari Hadad Aly Al Hikmah 2 Bumiayu, Brebes, memilih Desa Bugsres Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal sebagai lokasi kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa, 6 Januari 2026, bertempat di Aula Balai Desa Bugsres Kidul dan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bugsres Kidul, Arifin, beserta perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Kades Arifin menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah memilih desanya sebagai tempat pengabdian. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara dunia kampus dan masyarakat pedesaan.
“Desa Bugsres Kidul sangat terbuka bagi kegiatan positif seperti ini. Kami bangga menjadi tuan rumah bagi mahasiswa Al Hikmah 2 yang ingin berkontribusi melalui KPM. Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri, sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat kami,” ujar Arifin.
Kegiatan KPM ini diikuti oleh 22 mahasiswa yang terdiri dari 11 santri putra dan 11 santri putri. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai jurusan dan latar belakang pendidikan di lingkungan Hadad Aly Al Hikmah 2 Bumiayu, Brebes. Selama satu bulan ke depan, para peserta KPM akan tinggal di desa tersebut dan melaksanakan berbagai program sosial, edukatif, dan keagamaan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Salah satu mahasiswi yang menjadi penggagas kegiatan ini adalah Mbak Fika, putri asli Desa Bugsres Kidul. Ia menjelaskan bahwa pemilihan desa ini bukan tanpa alasan, melainkan karena masyarakatnya dikenal memiliki majelis taklim yang aktif, budaya gotong royong yang kuat, serta lingkungan yang religius dan ramah.
“Saya merasa bangga bisa membawa teman-teman KPM ke desa kelahiran saya sendiri. Di sini majelis taklimnya sangat hidup, masyarakatnya sopan, dan kegiatan keagamaannya berjalan dengan baik. Kami berharap kehadiran kami dapat menambah semangat dan memberikan manfaat,” ungkap Fika.
Senada dengan itu, salah satu peserta KPM bernama Wiwi menambahkan bahwa kegiatan pengabdian di Desa Bugsres Kidul menjadi tantangan tersendiri bagi tim mereka. Meski di wilayah tersebut sudah ada basis lembaga dakwah seperti LDII dan Nahdlatul Ulama (NU), para mahasiswa justru melihatnya sebagai peluang untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat pesan Islam yang rahmatan lil alamin.
“Kami datang bukan untuk membawa perbedaan, tapi untuk memperkuat persaudaraan. Kami ingin menunjukkan bahwa Islam itu indah, damai, dan penuh kasih. Walaupun berbeda organisasi, tujuan kita tetap sama, yaitu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Wiwi yang juga mahasiswa asal Pagerbarang.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa akan berkolaborasi dengan perangkat desa, karang taruna, dan tokoh agama setempat untuk menjalankan sejumlah program seperti pengajian remaja, pelatihan administrasi desa, bimbingan belajar untuk anak-anak, serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.
Kades Arifin menutup acara pembukaan dengan doa bersama dan pesan agar para mahasiswa selalu menjaga nama baik almamater serta berinteraksi secara santun dengan warga.
“InsyaAllah, kami akan mendukung penuh program KPM ini. Semoga berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi semua,” tutupnya.
(Nurochman)
