Selasa | 06 Januari 2026 | Pukul | 09:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Pemerintah Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, berhasil merampungkan kegiatan Normalisasi Parit di Dusun Teluk Nibung, meskipun sebelumnya kawasan tersebut sempat diterjang bencana banjir pada November 2025.
Pekerjaan infrastruktur dasar ini dinilai krusial sebagai langkah strategis pemulihan lingkungan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat desa.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan normalisasi parit ini bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025, dengan volume pekerjaan mencapai 2.000 meter x 1 meter x 0,80 meter, serta total anggaran sebesar Rp50.400.000 yang telah mencakup kewajiban pajak (PPN dan PPh), jasa administrasi, dan honor Tim Pelaksana Kegiatan (TPK).
Menjawab Masalah Lingkungan Pascabanjir
Kepala Dusun Teluk Nibung, Sugiarno, menjelaskan bahwa normalisasi parit menjadi kebutuhan mendesak setelah banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Banjir dipicu oleh penyumbatan gorong-gorong, sedimentasi, serta tumpukan sampah, yang mengakibatkan aliran air hujan tidak dapat tersalurkan secara optimal.
“Parit ini sebelumnya tidak berfungsi maksimal karena dangkal dan tersumbat.
Saat curah hujan tinggi, air meluap ke pemukiman dan kebun warga. Normalisasi ini menjadi solusi penting agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Sugiarno di lokasi kegiatan.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis desa, sejalan dengan semangat pembangunan berkelanjutan yang menempatkan keselamatan dan kenyamanan warga sebagai prioritas utama.
Padat Karya, Hidupkan Ekonomi dan Gotong Royong
Selain berdampak pada perbaikan lingkungan, kegiatan normalisasi parit juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.
Sedikitnya hampir 30 warga setempat dilibatkan sebagai tenaga kerja, menerapkan pola padat karya tunai sebagaimana diamanatkan dalam kebijakan pengelolaan Dana Desa.
“Upah kerja dari kegiatan ini sangat membantu ekonomi keluarga warga. Di tengah kondisi pascabanjir, pekerjaan ini memberi penghasilan sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong,” tambah Sugiarno.
Pantauan di lapangan menunjukkan keterlibatan aktif warga sejak tahap awal pengerjaan hingga rampung.
Kehadiran masyarakat dalam proses pembangunan tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memperkuat rasa memiliki terhadap hasil pembangunan desa.
Transparansi dan Akuntabilitas Dana Desa
Pemasangan papan informasi proyek secara terbuka di lokasi pekerjaan menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Pantai Cermin terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa.
Informasi terkait nama kegiatan, lokasi, volume pekerjaan, sumber dana, hingga besaran anggaran disajikan secara jelas dan dapat diakses publik.
Langkah ini sejalan dengan prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik (good village governance), sekaligus menjadi sarana kontrol sosial bagi masyarakat agar pembangunan desa berjalan sesuai perencanaan dan peraturan yang berlaku.
Harapan Warga: Dana Desa untuk Kesejahteraan Nyata
Dengan rampungnya normalisasi parit, warga Dusun Teluk Nibung berharap aliran air kini dapat berfungsi optimal, risiko banjir berkurang, serta aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar.
“Kami berharap Dana Desa terus dimanfaatkan untuk kebutuhan nyata masyarakat. Bukan hanya bangunan, tapi juga kesejahteraan dan rasa aman warga,” ungkap salah seorang warga setempat.
Normalisasi parit Dusun Teluk Nibung menjadi contoh bahwa Dana Desa, jika dikelola dengan tepat, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, mampu menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan lingkungan, ekonomi, dan sosial desa.
(Mediapatriot.co.id | Kabiro Langkat)
