Kamis | 08 Januari 2026 | Pukul | 22:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Prestasi monumental kembali ditorehkan olahraga Indonesia di kancah Asia Tenggara.
Kontingen Merah Putih sukses mengakhiri penantian panjang selama tiga dekade dengan kembali menempati posisi dua besar klasemen akhir perolehan medali SEA Games ke-33 Thailand. Capaian tersebut diraih melalui raihan 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu—sebuah bukti konsistensi, daya juang, serta kematangan sistem pembinaan olahraga nasional.
Sebagai bentuk penghormatan negara atas dedikasi dan pengorbanan tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara langsung memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para atlet dan pelatih Indonesia dalam sebuah seremoni di Istana Negara, Kamis sore (8/1/2026).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa olahraga tidak semata-mata persoalan kompetisi dan medali, melainkan cerminan kekuatan karakter, ketangguhan mental, serta martabat suatu bangsa.
Para atlet Indonesia, menurut Kepala Negara, telah tampil sebagai simbol harga diri nasional dan wajah kebangkitan Indonesia di mata dunia.
“Atlet-atlet yang berdiri membawa Merah Putih di arena internasional bukan hanya bertanding untuk menang, tetapi memperjuangkan kehormatan bangsa.
Mereka adalah representasi keberanian, disiplin, dan pengorbanan yang layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari negara,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga menekankan bahwa penghargaan dan bonus yang diberikan kepada atlet berprestasi tidak boleh dimaknai sebagai transaksi atau sekadar imbal jasa.
Lebih dari itu, bonus tersebut merupakan amanah negara sekaligus tabungan masa depan bagi para atlet yang telah mempertaruhkan waktu, tenaga, bahkan masa mudanya demi mengharumkan nama Indonesia.
Sebagai wujud konkret komitmen tersebut, Presiden Prabowo sebelumnya telah memutuskan untuk melipatgandakan bonus bagi peraih medali emas SEA Games menjadi dua kali lipat.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah progresif dalam menempatkan atlet sebagai aset strategis bangsa.
Rincian bonus yang diberikan negara kepada atlet berprestasi adalah sebagai berikut:
Atlet perorangan peraih medali emas menerima bonus sebesar Rp1 miliar, perak Rp315 juta, dan perunggu Rp157,5 juta.
Atlet ganda peraih medali emas memperoleh Rp800 juta, perak Rp252 juta, dan perunggu Rp126 juta.
Atlet beregu mendapatkan bonus per orang sebesar Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.
Perhatian negara tidak berhenti pada atlet semata. Para pelatih—arsitek di balik prestasi—juga memperoleh apresiasi yang setimpal.
Pelatih perorangan atau ganda yang atletnya meraih medali emas menerima bonus Rp300 juta, perak Rp126 juta, dan perunggu Rp63 juta.
Sementara pelatih beregu memperoleh Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu.
Kebijakan ini mencerminkan paradigma baru pemerintah dalam memandang ekosistem olahraga secara utuh, adil, dan berkelanjutan—bahwa prestasi besar lahir dari kolaborasi antara atlet, pelatih, federasi, dan dukungan negara yang konsisten.
Capaian SEA Games ke-33 Thailand sekaligus menjadi penanda penting bahwa Indonesia tidak hanya bangkit secara kompetitif, tetapi juga matang secara sistemik.
Dengan kepemimpinan nasional yang menempatkan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan manusia, prestasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat menuju capaian yang lebih tinggi di tingkat Asia dan dunia.
Indonesia tidak sekadar kembali ke papan atas—Indonesia sedang menegaskan jati dirinya sebagai bangsa besar dengan mental juara.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)
