ENRG Perkuat Struktur Keuangan Lewat Obligasi Rp500 Miliar, Pasar Optimistis Saham Energi Mega Persada Kian Prospektif

Jum’at | 09 Januari 2026 | Pukul | 07:20 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Emiten migas Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kembali menunjukkan langkah strategis dalam memperkokoh fondasi keuangan dan menjaga keberlanjutan operasional bisnisnya.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Melalui penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025, perseroan berhasil meraup dana sebesar Rp500 miliar, yang resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/1/2025).

Aksi korporasi ini merupakan fase awal dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan total target penghimpunan dana mencapai Rp4 triliun, sebuah langkah yang mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek dan fundamental ENRG di tengah dinamika industri energi nasional dan global.

Struktur Obligasi dan Peringkat Kredit Solid

Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga seri, dengan karakteristik yang dirancang untuk menjangkau beragam profil investor. Seri A bernilai Rp75 miliar menawarkan kupon 6,75% dengan tenor 370 hari. Seri B senilai Rp125 miliar memberikan bunga 7,75% dengan jangka waktu tiga tahun.

Sementara itu, Seri C menjadi porsi terbesar dengan nilai Rp300 miliar, menawarkan bunga tetap 8,95% per tahun dan tenor lima tahun sejak tanggal emisi.

Lembaga pemeringkat Pefindo memberikan peringkat A+ atas instrumen utang tersebut, menandakan tingkat kepercayaan yang kuat terhadap kemampuan ENRG dalam memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu.

Fokus Pelunasan Utang dan Penguatan Modal Kerja

Manajemen ENRG menyampaikan bahwa dana hasil penerbitan obligasi dialokasikan secara terukur dan strategis. Sekitar 25,96% digunakan untuk pembayaran lebih awal pokok dan bunga utang kepada KCS1 Pte. Ltd.

Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki struktur liabilitas serta menurunkan beban keuangan jangka menengah.

Selanjutnya, 21,55% dana dialirkan dalam bentuk pinjaman kepada anak usaha, PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL), yang akan memanfaatkannya untuk pelunasan utang dan bunga kepada Bank Mandiri.

Adapun sisa dana digunakan sebagai modal kerja, mencakup biaya produksi, operasional fasilitas migas, kebutuhan energi dan bahan bakar, pembayaran gaji karyawan, serta kewajiban kepada pemasok.

Kebijakan alokasi tersebut menegaskan orientasi perseroan pada penguatan arus kas, efisiensi operasional, dan kesinambungan produksi, di tengah meningkatnya kebutuhan pendanaan sektor migas.

Kinerja Saham Melonjak, Prospek Dinilai Menjanjikan

Di sisi pasar modal, saham ENRG mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun 2025. Secara year to date (ytd), harga saham perseroan melonjak hingga 519,57%, menjadikannya salah satu emiten migas dengan performa terbaik di bursa.

Optimisme pasar berlanjut hingga tahun 2026. Kiwoom Sekuritas dalam riset terbarunya menaikkan target harga saham ENRG sebesar 121%, seiring dengan strategi agresif perseroan dalam mengakselerasi pertumbuhan bisnis.

“Berdasarkan valuasi Discounted Cash Flow (DCF) dan prospek ke depan, kami menaikkan target harga ENRG menjadi Rp1.720 dari sebelumnya Rp775.

Valuasi tersebut mengimplementasikan PER 29,32x (2026F: 25,2x) dan PBV 3,22x (2026F: 2,86x),” ujar Senior Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, dalam risetnya.

Meski secara valuasi saham ENRG telah berada di atas rata-rata historis lima tahun terakhir, Kiwoom Sekuritas menilai saham ini masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya, membuka peluang kenaikan lanjutan seiring penguatan fundamental dan perbaikan kinerja keuangan.

Fundamental Operasi Tetap Solid

Dari sisi operasional, ENRG menunjukkan kinerja yang konsisten hingga akhir kuartal III-2025. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025 (9M25), perseroan membukukan pendapatan sebesar US$361 juta, tumbuh 13% secara tahunan (yoy).

Pada kuartal III-2025 saja, pendapatan tercatat US$122 juta, meningkat 26% yoy.

Kontribusi utama berasal dari aset penghasil minyak seperti Bentu, Sengkang, Siak, dan Kampar, yang menopang kinerja di tengah fluktuasi harga energi global.

EBITDA 9M25 meningkat 26% yoy menjadi US$217 juta, meski EBITDA kuartal III-2025 terkoreksi 23% yoy ke US$71 juta. Laba bersih kuartal III-2025 tercatat US$20 juta, tumbuh 13% yoy dan 12% secara kuartalan (qoq).

Produksi minyak ENRG juga meningkat 6% yoy menjadi 8.381 barel per hari (bopd), mampu mengimbangi penurunan volume gas sebesar 2% yoy. Kondisi ini terjadi di tengah penurunan harga minyak 14% yoy, sementara harga gas justru naik 7% yoy.

Risiko Tetap Perlu Diwaspadai
Meski prospek dinilai positif, analis mengingatkan investor untuk tetap mencermati sejumlah risiko, mulai dari transisi energi global, ketidakpastian kebijakan, volatilitas harga komoditas, hingga persaingan dan perkembangan teknologi di sektor energi.

Namun demikian, dengan langkah pendanaan yang terukur, perbaikan struktur keuangan, serta kinerja operasional yang relatif solid, ENRG dipandang memiliki pijakan yang kuat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan dan mempertahankan kepercayaan pasar dalam jangka menengah hingga panjang.

(Redaksi | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Posting Terkait

Jangan Lewatkan