Minggu | 11 Januari 2026 | Pukul | 07:15 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fundamental keuangan grup melalui langkah strategis pemberian pinjaman senilai Rp105,14 miliar kepada anak usahanya, PT Bangun Sarana Samudra Laut (BSSL).
Kebijakan ini menjadi bagian dari konsolidasi keuangan internal yang dirancang untuk menjaga stabilitas operasional sekaligus menyelesaikan kewajiban utang anak perusahaan kepada perbankan nasional.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/1/2026), manajemen ENRG menjelaskan bahwa pinjaman tersebut memiliki jangka waktu maksimal lima tahun dengan tingkat bunga mengacu pada obligasi seri C ENRG dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Energi Mega Persada Tahap I Tahun 2025.
Skema ini dinilai mencerminkan prinsip kewajaran (arm’s length) sekaligus kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan korporasi.
Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, menegaskan bahwa penggunaan dana pinjaman tersebut telah dirancang secara spesifik dan terukur.
Seluruh dana akan dialokasikan untuk pelunasan pokok utang beserta bunga yang dimiliki BSSL kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
“Transaksi ini sejalan dengan rencana penggunaan dana dalam PUB I Tahap I, yakni untuk memastikan penyelesaian kewajiban keuangan BSSL secara menyeluruh,” ujar Edoardus dalam keterangan resminya.
Secara struktur kepemilikan, ENRG tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan 99,8 persen kepemilikan modal secara tidak langsung di BSSL.
Dengan demikian, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi yang dikecualikan dari kewajiban penilaian independen, sebagaimana diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf (b) angka (1) POJK Nomor 42 Tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
Manajemen ENRG menegaskan bahwa pemberian pinjaman ini tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi hukum, operasional, maupun keberlangsungan usaha perseroan.
Sebaliknya, kebijakan tersebut diproyeksikan memperkuat struktur keuangan anak usaha sehingga mampu menjalankan kegiatan bisnis secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri energi yang sarat tantangan—mulai dari fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian global, hingga tuntutan efisiensi biaya—langkah konsolidasi internal ini dinilai mencerminkan manajemen risiko yang matang.
Dengan mengambil alih kewajiban utang anak usaha melalui skema intra-grup, ENRG tidak hanya menjaga kesehatan neraca BSSL, tetapi juga mempertahankan hubungan strategis dengan lembaga keuangan nasional.
Lebih jauh, transaksi ini menunjukkan praktik tata kelola perusahaan yang prudent, di mana induk usaha berperan aktif dalam memastikan anak usaha tetap berada pada jalur keuangan yang sehat.
Kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk investor dan kreditur, menjadi salah satu nilai strategis yang diperkuat melalui kebijakan ini.
Dengan fondasi keuangan yang lebih solid, BSSL diharapkan dapat melanjutkan operasionalnya secara optimal dan lebih fokus pada pengembangan bisnis inti di sektor energi.
Bagi ENRG, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kesinambungan usaha, meningkatkan daya tahan korporasi, serta memperkuat posisi perseroan di tengah kompetisi industri energi nasional dan regional.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)

