Senin | 12 Januari 2026 | Pukul | 08:40 | WIB
Mediapatriot.co.id | Banjar Baru | Berita Terkini – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan melalui peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi.
Peresmian dilakukan secara terpusat oleh Presiden Republik Indonesia pada Senin, 12 Januari 2026, dan disiarkan langsung dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, yang berlokasi di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Momentum nasional ini menandai babak baru pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan dan kurang beruntung, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan berkualitas.
Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang berdaulat, adil, dan berdaya saing.
Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai instrumen strategis negara untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal akibat faktor kemiskinan, keterpencilan wilayah, maupun keterbatasan sosial.
“Masa depan Indonesia dimulai dari ruang-ruang belajar yang adil dan setara.
Sekolah Rakyat adalah wujud kehadiran negara untuk menjangkau mereka yang selama ini berada di pinggiran sistem pendidikan,” tegas Presiden.
Peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat ini menjadi bukti nyata pendekatan pemerataan pembangunan manusia yang tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau daerah-daerah dengan tingkat kerentanan sosial tinggi.
Peran Strategis Kementerian Sosial
Program Sekolah Rakyat berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial Republik Indonesia, dengan pendekatan pendidikan terintegrasi yang mengombinasikan aspek akademik, penguatan karakter, serta pendampingan sosial keluarga.
Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat program perlindungan sosial, anak putus sekolah, hingga kelompok rentan lainnya.
Menteri Sosial dalam keterangannya menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan ekosistem pembelajaran yang holistik.
“Sekolah Rakyat dirancang untuk mencerdaskan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Di sini, pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan perlindungan dan pemberdayaan sosial,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi Banjarbaru sebagai Model Nasional
Dipilihnya SRT 9 Banjarbaru sebagai lokasi pusat peresmian nasional dinilai merepresentasikan keberhasilan model pendidikan berbasis kolaborasi lintas sektor.
Sekolah ini memanfaatkan fasilitas BBPPKS Banjarmasin untuk mendukung kualitas pembelajaran, pelatihan guru, serta pendampingan psikososial peserta didik.
Keberadaan SRT juga diharapkan menjadi best practice bagi pengembangan Sekolah Rakyat di daerah lain, terutama dalam hal tata kelola, kurikulum kontekstual, serta keterlibatan masyarakat setempat.
Disiarkan Langsung, Dapat Diakses Publik
Seluruh rangkaian kegiatan peresmian disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Kementerian Sosial, sebagai bentuk transparansi publik sekaligus upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam mengawal program strategis nasional ini.
Antusiasme publik terlihat dari tingginya jumlah penonton dan respons masyarakat di berbagai platform digital, yang menandakan besarnya harapan terhadap keberlanjutan program Sekolah Rakyat.
Menuju Indonesia yang Cerdas dan Setara
Dengan diresmikannya 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, pemerintah berharap lahir generasi baru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara sosial dan berkarakter kebangsaan kuat.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan manusia tidak boleh eksklusif, melainkan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa kecuali.
“Cerdas bersama, tumbuh setara” bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan negara dalam membangun Indonesia yang inklusif dan berkeadilan sosial.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)









Komentar