Minggu | 18 Januari 2026 | Pukul | 12:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Indonesia | Berita Terkini – Seorang anggota Brimob Polda Aceh, Muhammad Rio, kini menjadi sorotan setelah diketahui bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia.
Dugaan motivasinya adalah iming-iming bayaran besar yang diterima dari pihak Rusia.
Informasi mengenai keterlibatan Rio dengan tentara Rusia terungkap dari pesan yang dikirimkan langsung olehnya kepada beberapa anggota Polda Aceh.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Komisaris Besar Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa dalam pesan tersebut, Rio melampirkan foto dan video yang memperlihatkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterimanya, dikonversi dari rubel ke rupiah.
“WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” ujar Joko Krisdiyanto, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (18/1/2026).
Rio diketahui absen dari dinasnya sehingga pihak provos Polda Aceh melakukan pencarian. Meski telah dipanggil dua kali, ia tidak menanggapi panggilan tersebut.
Akibat tindakannya, Rio kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan telah dilaporkan ke Bidpropam Polda Aceh.
Sebelumnya, Rio juga memiliki catatan pelanggaran kode etik.
Beberapa kasus yang menimpa Rio termasuk perselingkuhan dan menikah siri.
Sidang KKEP yang digelar pada 14 Mei 2025 memutuskan sanksi berupa mutasi dan demosi selama dua tahun, dengan penempatan di Yanma Brimob.
Sidang KKEP terbaru pada 8-9 Januari 2026 memutuskan Rio bersalah dan diberhentikan dengan tidak hormat.
Kasus ini menambah catatan panjang mengenai tantangan disiplin anggota Brimob, sekaligus menjadi peringatan terkait potensi keterlibatan warga negara Indonesia dalam kelompok militer asing.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)










