mediapatriot.co.id. Pacitan – Sejumlah anggota Kodim 0801/Pacitan bersama masyarakat Dusun Kresek, Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, pada Minggu (18/01/2026), melaksanakan kegiatan gotong royong dalam proses pembuatan talud penguat Jembatan Gantung Perintis Garuda. Pengerjaan talud tersebut merupakan bagian penting dari pengamanan struktur bawah jembatan sekaligus perlindungan tebing sungai, yang dilaksanakan bersamaan dengan pembangunan konstruksi utama jembatan gantung.

Kegiatan pembangunan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa yang sangat dibutuhkan masyarakat. Talud penguat jembatan dikerjakan secara manual oleh personel TNI dan warga setempat dengan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan nilai gotong royong yang masih terjaga kuat di wilayah Kabupaten Pacitan.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Gawang melibatkan kolaborasi aktif antara personel Kodim 0801/Pacitan dan masyarakat sekitar. Seluruh kegiatan tersebut mendapat dukungan langsung dari Komandan Kodim 0801/Pacitan, Letkol Arh Imam Musahirul, S.H., M.I.P., yang secara konsisten mendorong agar proses pembangunan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, serta memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.
Talud penguat jembatan dikerjakan dengan metode penyusunan batu kali yang dikombinasikan dengan campuran beton berkualitas. Pengerjaan ini bertujuan untuk memperkuat tebing di sekitar jembatan agar mampu menahan arus sungai yang deras, sekaligus mencegah terjadinya erosi dan potensi longsor yang dapat mengancam konstruksi jembatan dalam jangka panjang. Dengan adanya talud yang kokoh, jembatan gantung perintis diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat dan aman untuk digunakan masyarakat.
Serka Panji, salah satu anggota Kodim 0801/Pacitan yang terlibat langsung dalam pengerjaan jembatan, menjelaskan bahwa program pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan program nasional yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia melalui jajaran kodim. Program ini diprioritaskan untuk daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan akses penghubung antarwilayah, terutama desa-desa yang selama ini terisolasi akibat keterbatasan sarana infrastruktur.


