Di Bawah Bayang Pencakar Langit: Potret Kampung Riverside Kebon Kacang di Jantung Modernitas Jakarta

Senin | 19 Januari 2026 | Pukul | 08:00 | WIB

Mediapstriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Di tengah gemerlap gedung pencakar langit dan denyut ekonomi ibu kota, Jakarta masih menyimpan wajah lain yang luput dari sorot modernitas.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Di bantaran Kali Krukut, kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berdiri sebuah kampung padat penduduk yang menjadi saksi kontras tajam antara ambisi kota global dan realitas kehidupan urban kelas bawah.

Kampung ini kerap disebut sebagai “riverside” versi warga. Bukan dalam makna hunian elite dengan panorama sungai yang terkelola, melainkan deretan rumah sederhana yang berdiri tepat di tepi aliran kali yang sempit dan cenderung dangkal.

Kali Krukut menjadi batas sekaligus nadi kehidupan, membelah RW 09 dan RW 07 di Kelurahan Kebon Kacang pada Kamis (15/1/2026) pagi.

Gerimis sisa hujan semalaman tak menghalangi langkah menyusuri gang sempit dari Jalan Lontar Raya, tak jauh dari Kantor Lurah Kebon Melati.

Di atas jembatan kecil, sebuah lorong selebar satu orang menjadi pintu masuk ke dalam kampung.

Gang tersebut membentang sekitar 500 meter hingga bermuara di kawasan Pasar Blok B Tanah Abang, pusat grosir tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara.

Di sepanjang lorong, rumah-rumah berdiri berdempetan, sebagian tanpa pagar pembatas langsung menghadap bantaran kali.

Jalan licin berlumut dan minim pengaman membuat risiko terpeleset dan tercebur ke sungai menjadi ancaman nyata bagi warga maupun pengunjung.

Di tengah keterbatasan itu, kehidupan tetap berdenyut.

Warga terlihat mencuci, memasak, hingga menjemur pakaian di depan rumah.

Sejumlah Pasukan Biru dari Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta tampak membersihkan sampah yang terseret arus, memasukkannya ke dalam karung untuk diangkut.

Aktivitas ini menjadi potret rutin dari upaya menjaga kebersihan di lingkungan yang rentan terhadap pencemaran dan banjir.

Dari dalam kampung, siluet gedung-gedung tinggi Jakarta terlihat menjulang.

Kontras visual itu menciptakan ironi: modernitas yang tumbuh pesat di satu sisi, sementara di sisi lain, kampung padat penduduk masih menanti sentuhan penataan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Afifah (28), warga RW 09, mengaku telah tinggal di kawasan ini sejak kecil. Rumah yang ditempatinya merupakan warisan keluarga.“Sudah dari 1997 tinggal di sini.

Dulu rumah nenek, lalu diwariskan ke orang tua, sampai sekarang ditempati,” ujarnya.

Meski memiliki keinginan untuk pindah, Afifah memilih menunda hingga masa jabatan ayahnya sebagai Ketua RT berakhir pada 2029.

Berbeda dengan Afifah, Tasrifah justru memilih bertahan.

Perempuan yang merantau dari Pekalongan pada 2014 itu awalnya menyewa kontrakan seharga Rp500 ribu per bulan.

Kini, rumah tersebut telah dibelinya.
“Kalau sekarang pindah sudah sulit cari kontrakan murah.

Harganya sudah jutaan,” tuturnya. Ia dan adiknya merenovasi rumah itu secara bertahap hingga menjadi lebih layak huni.

Kisah-kisah warga Kebon Kacang mencerminkan dilema klasik urbanisasi:

antara kebutuhan akan hunian terjangkau dan tuntutan penataan kota yang lebih tertib, aman, serta berkelanjutan.

Di bawah bayang pencakar langit Jakarta, kampung riverside ini menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan semata soal infrastruktur megah, tetapi juga tentang kualitas hidup warga yang tinggal di tepian arus modernitas.

(Redaksi | Mediapatriot.co.id)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Posting Terkait

Jangan Lewatkan