Prabowonomics Menggema di Davos: Presiden Prabowo Subianto Tampil sebagai Arsitek Arah Ekonomi Baru Indonesia di Forum Elite Dunia

Kamis | 22 Januari 2026 | Pukul | 09:30 | WIB

Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi menginjakkan kaki di Swiss untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Kota Davos, sebuah forum strategis global yang menjadi panggung utama perumusan arah kebijakan ekonomi dan geopolitik dunia.

Kehadiran Prabowo bukan sekadar simbol diplomasi tingkat tinggi, melainkan menandai ambisi Indonesia untuk tampil sebagai aktor kunci dalam peta ekonomi global melalui konsep ekonomi yang ia sebut sebagai “Prabowonomics.”
Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi pembicara kunci di hadapan lebih dari 65 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 CEO perusahaan multinasional, pemimpin lembaga keuangan global, dan tokoh strategis dunia.

Forum yang tahun ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue” tersebut menjadi ruang krusial bagi Indonesia untuk menyampaikan narasi besar tentang stabilitas, keberlanjutan, dan transformasi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global dan dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menegaskan bahwa Presiden akan memaparkan fondasi pemikiran ekonomi yang telah dirancang sejak sebelum menjabat hingga implementasinya dalam satu tahun pertama kepemimpinan nasional.

“Intinya beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep pemikiran ekonomi yang beliau pikirkan dan sudah beliau terapkan, baik sebelum menjadi Presiden maupun sejak menjabat hingga sekarang.

Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini, dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics,” ujar Teddy, Kamis (22/1/2026).

Prabowonomics: Narasi Kemandirian dan Ketahanan Ekonomi

Konsep Prabowonomics diproyeksikan sebagai kerangka besar pembangunan ekonomi nasional yang menekankan kemandirian pangan dan energi, penguatan industri strategis, pemerataan pembangunan, serta integrasi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkeadilan.

Dalam forum internasional sekelas WEF, gagasan ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa Indonesia bukan sekadar pasar, melainkan mitra strategis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan IIndo-Pasifik

Kehadiran Prabowo di Davos juga dimaknai sebagai langkah diplomasi ekonomi agresif untuk memperluas jejaring investasi, khususnya di sektor energi hijau, ekonomi digital, infrastruktur strategis, dan hilirisasi sumber daya alam.

Pemerintah menilai momentum ini krusial dalam membangun kepercayaan investor global terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Indonesia Pavilion dan Diplomasi Investasi

Sebagai bagian dari rangkaian WEF 2026, Indonesia menyelenggarakan Indonesia Pavilion pada 19–23 Januari 2026 serta Indonesia Night pada 21 Januari 2026.

Kedua agenda ini menjadi platform direct engagement antara pemerintah Indonesia, pelaku usaha nasional, dan investor internasional untuk mempromosikan proyek-proyek strategis serta peluang kerja sama lintas sektor.

Diplomasi ini tidak hanya berorientasi pada penanaman modal, tetapi juga pada penguatan citra Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong pembangunan berkelanjutan, transisi energi, serta inovasi teknologi berbasis ekonomi digital.

Jejak Diplomasi Global: Dari London ke Zurich

Sebelum tiba di Swiss, Presiden Prabowo menyelesaikan agenda diplomatik di London, Inggris, termasuk pertemuan dengan Raja Charles III yang membahas isu konservasi, khususnya perlindungan gajah sebagai simbol kerja sama lingkungan antara Indonesia dan Inggris.

Pesawat Kepresidenan yang membawa Presiden dan rombongan lepas landas dari Bandar Udara Stansted, London, dan menempuh penerbangan sekitar satu jam tiga puluh menit menuju Bandar Udara Internasional Zurich.

Prabowo tiba pada Rabu (21/1/2026) pukul 17.55 waktu setempat dan disambut oleh Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss, I Gede Ngurah Swajaya, serta Atase Pertahanan KBRI Paris, Marsekal Pertama TNI Hendra Gunawan.

Panggung Dunia, Taruhan Masa Depan Bangsa

Partisipasi Presiden Prabowo di WEF 2026 dipandang sebagai taruhan strategis bagi posisi Indonesia dalam arsitektur ekonomi global.

Di tengah rivalitas kekuatan besar dan ketegangan geopolitik, Indonesia berupaya tampil sebagai negara penyeimbang yang mengedepankan dialog, stabilitas, dan kolaborasi.

Dengan membawa Prabowonomics ke hadapan elite dunia, pemerintah ingin mengirimkan pesan tegas bahwa Indonesia tidak sekadar mengikuti arus globalisasi, tetapi berupaya membentuknya sesuai dengan kepentingan nasional dan prinsip keadilan sosial.

Davos tahun ini bukan hanya panggung pidato, melainkan arena pembuktian. Di sanalah arah ekonomi Indonesia dipertaruhkan di mata dunia—apakah Prabowonomics akan menjadi sekadar slogan, atau benar-benar menjelma sebagai model baru pembangunan ekonomi di era multipolar global.

(Redaksi | Mediapatriot.co.id)